Mobil Merek Volkswagen.jpg

Volkswagen dan Renault Akan Rakit Mobil di Indonesia

Rabu, 13 Februari 2019 12:00 | Galih Pratama

Tahun ini, pasar otomotif Indonesia diyakini akan bergairah dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya, dua produsen mobil ternama asal Eropa, yakni Volkswagen (VW) dan Renault kembali berinventasi di Tanah Air. Dikabarkan, investasi tersebut akan dialokasikan untuk perakitan mobil di dalam negeri.

"Ada Volkswagen dan Renault, nanti mereka akan line dulu, jadi memulai dengan merakit tapi mereka akan memakai atau memanfaatkan general assembler yang sudah ada,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Pertahanan Kementerian Industri Putu Juli Ardika seperti dilansir dari kompas.com, Rabu (6/2/2019).

Dijelaskan Putu, Indonesia memiliki kapasitas produksi mobil sebesar 2,2 juta unit. Namun, sampai saat ini baru terpakai 1,2 juta unit produksi. Sisa kelebihan inilah yang dimanfaatkan Volkswagen dan Renault untuk memproduksi mobil di dalam negeri.

[Baca Juga: Sejarah Volkswagen]

“Selain produsen dari Eropa, masih banyak produsen mobil lainnya yang ingin berinvestasi di Indonesia. Ada merek dari Asia, tapi belum mau dipublikasikan,” kata Putu.

Ekspansi Renault dan Volkswagen

Mobil Merek Renault.jpg

Di Indonesia, merek Renault resmi dipegang oleh Nusantara Maxindo Group melalui Maxindo Renault Indonesia. Sebagai langkah pertama untuk mendongkrak penjualan produk Renault, mereka berencana akan menambah jumlah outlet di Indonesia.

"Rencananya, kami akan menambah 15 outlet baru dari Maxindo Renault di Indonesia dalam kurun waktu 18 bulan. Nantinya, outlet tersebut akan melayani penjualan dan servis untuk mobil Renault," ujar COO PT Maxindo Renault Indonesia, Davy J Tuilan seperti dilansir dari inews.id.

Bulan ini (Februari), lanjut Davy, pihaknya akan meluncurkan tiga outlet yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Outlet tersebut nantinya akan dilengkapi dengan layanan penjualan dan servis.

Sementara Volkswagen dibawah naungan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) PT Garuda Mataram berencana membangun pabrik di Indonesia. Dikabarkan, investasi pembangunan pabrik tersebut mencapai 40 juta sampai 50 juta Euro. Sedangkan untuk lokasi pabriknya sendiri, PT Garuda Mataram masih merahasiakannya.

[Baca Juga: Beberapa Pilihan Mobil SUV Cocok Untuk Keluarga]

Sekadar informasi, dari tahun ke tahun pasar otomotif menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil dari pabrik ke diler tahun 2018 naik tujuh persen menjadi 1.063.464 unit dari tahun lalu. Tahun 2017, penjualan mobil hanya mencapai 994.799 unit.

Dilansir dari tempo.co, merek mobil Toyota menduduki urutan pertama mobil terlaris selama 11 bulan di tahun 2018 dengan penjualan sebanyak 325.500 unit. Lalu, bagaimana kiprah mobil Renault dan Volkswagen tahun ini? Patut kita tunggu tren penjualan kedua mobil lansiran Eropa ini.