Understeer

Understeer

Kamis, 31 Januari 2019 9:00 | Galih Pratama

Understeer adalah kondisi di mana mobil kehilangan kendali dan sulit dikendalikan oleh pengemudi. Contohnya mobil sulit berbelok, bahkan tetap meluncur lurus meskipun roda kemudi sudah diputar oleh pengemudi. Kondisi ini lazimnya disebut juga dengan selip lantaran daya cengkram ban depan mobil hilang.

Banyak faktor yang menyebabkan understeer. Misalnya masalah kecepatan mobil dan kondisi jalan, terutama pada saat tikungan. Faktor lainnya dikarenakan oleh cara pengereman yang keras. Pasalnya, pada saat bersamaan, roda depan akan sulit dikendalikan meskipun sudah diputar dengan setir. Akibatnya mobil akan meluncur lurus atau mobil bisa ‘nyelonong’ ke luar jalan.

[Baca Juga: Hill Descent Control]

Mengatasi Understeer

1 Perlambat atau kurangi kecepatan mobil sehingga ban depan yang mengunci dapat diminimalisir, dan kendali setir dapat dimaksimalkan kembali.

2 Jangan memutar setir (menambah putaran setir) atau mengerem. Hal ini justru akan semakin menyebabkan mobil understeer.

3 Jangan langsung melepas injakan pada pegas gas. Ini karena akan membuat bobot mobil langsung berpindah ke depan dan membuat bagian kendaraan menjadi ringan. Tak ayal, kondisi buritan mobil akan meluncur ke samping.

4 Tetap menjaga kendali kemudi dan kecepatan saat menikung. Apabila tikungan terlalu patah, ada baiknya kurangi kecepatan di awal agar ban depan mobil mendapatkan traksi.

5 Cek kondisi ban. Ketika alurnya sudah botak atau aus, akan mengurangi daya cengkram ban dan bisa berdampak kehilangan traksi. Untuk itu, ada baiknya ganti ban mobil secara berkala.

[Baca Juga: Ban Bias]

Referensi: kompas.com, kumparan.com, nissan.co.id