Ternyata-Nyalakan-AC-Saat-Mobil-Baru-Dihidupkan-Berbahaya-Galih.jpg

Ternyata, Nyalakan AC Saat Mobil Baru Dihidupkan Itu Berbahaya

Rabu, 7 November 2018 16:00 | Galih Pratama

Salah satu fasilitas yang sangat penting dalam kendaraan adalah air conditioner (AC) atau pendingin udara. Jangan heran bila masuk ke dalam mobil saat cuaca panas, rasanya ingin cepat-cepat menyalakan AC. Apalagi saat kondisi mobil terparkir di area luar atau outdoor yang terpapar sinar matahari.

Kondisi ini yang membuat sebagian pengemudi setelah menghidupkan mesin mobil, refleks langsung menyalakan AC. Cara penggunaan atau menyalakan AC seperti itu ternyata dinilai keliru. Bahkan bisa membahayakan bagi pengemudi dan penumpang di dalam kendaraan. Apa alasannya?

[Baca Juga: Penyebab AC Mobil Tidak Dingin]

Dilansir dari sindonews.com pada Rabu (7/11/2018), saat kondisi mesin mobil baru dinyalakan, ada baiknya jangan langsung menyalakan AC saat mobil dihidupkan dengan kondisi tertutup. Berdasarkan penelitian dari berbagai sumber, radiasi sinar matahari yang panas menyebabkan reaksi kimia antara material plastik, pengharum ruangan, bahan pelapis jok, atau baja lainnya di kabin bisa menghasilkan berbagai zat baru.

Zat baru tersebut salah satunya adalah Benzena. Dilansir dari liputan6.com, zat ini terkenal sebagai racun penyebab kanker. Benzena yang muncul akan disirkulasikan oleh AC sehingga penumpang yang menghirup udaha AC mobil otomatis akan terkena polusi ini.

Ternyata-Nyalakan-AC-Saat-Mobil-Baru-Dihidupkan-Berbahaya-Galih-2.jpg

Selain kanker, benzena juga bisa mempengaruhi ginjal dan hati. Jika sudah tercemar polusi ini, sulit bagi tubuh untuk mengeluarkan racun-racun tersebut. Bahkan jika sering menghirupnya dalam jangka waktu lama, bisa menyebabkan leukemia, serta menambah risiko kanker. Sementara bagi ibu hamil, racun ini juga bisa mengakibatkan keguguran.

Reaksi zat racun ini akan cepat ‘berproduksi’ bisa mencapai 2.000 – 4.000 mg ketika mobil terparkir di luar ruangan dengan terik matahari bertemperatur 15 derajat celcius ke atas. Lain halnya saat mobil diparkir di dalam ruangan dengan jendela tertutup, kadar Benzena dalam kendaraan hanya menghasilkan 400-800 mg.

Racun ini tak berbau dan tak berwarna sehingga sangat sulit untuk dideteksi. Efeknya bagi pengemudi dan penumpang yang sering menghirup racun ini adalah kerap kali merasa kantuk, pusing, atau mual. Hal ini tentu sangat berbahaya, khususnya bagi pengemudi. Karena bisa memicu kecelakaan di jalan raya.

[Baca Juga: Kenali Gejala Awal AC Mobil Bermasalah]

Untuk menghindari hal tersebut, dilansir dari kabaroto.com, ada baiknya Anda menyalakan AC beberapa saat setelah mesin mobil dihidupkan. Lalu buka jendela atau pintu mobil agar udara di dalam mobil keluar dan berganti dengan udara sejuk yang baru. Ini sebagai upaya untuk menghindari bahaya zat yang terdapat pada kabin mobil.

Aturan Menghidupkan AC Mobil

Ternyata-Nyalakan-AC-Saat-Mobil-Baru-Dihidupkan-Berbahaya-Galih-4.jpg

Terlepas dari kebiasaan langsung menyalakan AC saat mesin mobil baru dihidupkan, ada beberapa aturan menghidupkan AC mobil yang perlu diketahui oleh pengemudi. Terutama saat baru pertama kali memanaskan mesin mobil pada saat pagi hari atau sebelum digunakan beraktivitas.

Dilansir dari okezone.com, mengaktifkan AC saat mesin mobil yang baru dinyalakan atau ketika dipanaskan memang tidak salah. Namun ada baiknya, Anda menggunakan cara lain untuk membuat kondisi di dalam mobil sejuk. Caranya bisa dengan membuka jendela atau pintu mobil.

Sebelum menyalakan AC, sebaiknya ada jeda antara lima hingga 10 menit terhitung sejak mesin dihidupkan. Lalu bisa dilanjutkan dengan mengaktifkan AC. Hal itu bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan pada AC mobil Anda. Selain itu, servis berkala AC mobil juga harus dilakukan setiap per 20 ribu kilometer.