Mobil Matik Banjir.jpg

Teknik Berkendara Menerobos Banjir Pakai Mobil Matik

Rabu, 18 Desember 2019 15:00 | Galih Pratama

OTOTIPS – Hujan deras mulai melanda kawasan DKI Jakarta. Ini membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir. Kalau sudah begitu, terkadang kita sebagai pengendara khususnya mobil terpaksa harus menerobos banjir. Padahal, cara tersebut sebenarnya cukup berisiko, karena bisa membuat mobil mogok. Terlebih mobil yang digunakan bertransmisi otomatis atau matik.

Saat dihadapkan dengan situasi banjir dan harus menebosnya, ada sejumlah teknik khusus yang harus diperhatikan para pengendara mobil matik. Seperti yang diungkapkan Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna, “Paling utama adalah jangan sampai panik dulu. Tetap fokus dan jaga putaran mesin,” katanya seperti dilansir Auto2000.co.id, Rabu (18/12/2019),

Lebih jauh dia menjelaskan, ketika ingin melewati genangan air, pertama-tama pastikan ketinggian air tidak terlalu dalam, minimal setengah roda. Jika lebih dari itu, Suparna menyarankan lebih lebih baik jangan dilewati. “Ketinggian air yang lebih dari roda akan berisiko air masuk ke dalam mobil, ini juga berlaku untuk mobil bertransmisi manual,” ungkapnya.

[Baca Juga: Teknik Pengereman yang Benar Saat Kondisi Hujan]

Setelah memastikan air masih bisa dilewati, kata Suparna, teknik berkendara yang harus dilakukan pengendara mobil matik saat melewati banjir, yakni memindahkan tuas transmisi menggunakan gigi rendah. “Mudahnya, sebelum melewati genangan atau banjir, lihat dulu mobil lain yang melintas di lokasi yang sama, perhatikan juga apakah ada lubang yang membuat ketinggian air berbeda. Bila sudah yakin, baru jalan,” katanya.

Khususnya untuk mobil matik konvensional, lanjutnya, teknik yang bisa gunakan adalah mengarahkan tuas transmisi ke posisi L atau 1. Pastikan juga transmisi tidak dipindah saat melewati genangan air. Ini dilakukan agar kecepatan mobil bisa terjaga, serta putaran mesin tetap bertahan. “Tujuannya agar sisa gas buang yang keluar dari knalpot bisa menahan laju air masuk ke dalam ruang mesin lewat jalur pembuangan,” kata Suparna.

Lalu, kata Suparna, jangan lupa untuk mengatur jarak berkendara dengan mobil depan. Apabila terlalu dekat, maka pengendara akan menginjak rem dan membuat rpm turun. “Ketika pedal gas kembali ditekan, tenaga akan turun dan bisa berbahaya bila sudah dalam genangan air karena mobil bisa kehilangan momentum,”tambahnya.

[Baca Juga: Tips Merawat Mobil di Musim Hujan]

Cara lain untuk menjaga rpm tetap pada putaran tertentu pada mobil matik, Suparna menyarankan agar pengemudi menekan pedal gas dan rem secara bersamaan. Teknik ini kerap dinamakan stall speed. “Teknik ini memang ampuh, tapi juga berisiko. Saya sendiri tidak menyarankan pengguna mobil matik menggunakan teknik tersebut, karena bisa membuat kerugian. Kampas rem akan cepat haus, begitu juga kampas kopling transmisi otomatis,” tutupnya.

Artikel Lainnya

/media/images/Mobil-Banjir_PvywzA0.original.jpg

Tips Pertolongan Pertama Jika Mobil Terendam Banjir

/media/images/at-1.original.jpg

Cegah Kerusakan Transmisi Otomatis Usai Kebanjiran