Shockbreaker Mobil.jpg

Tanda-tanda Shockbreaker Mobil Harus Diganti

Jumat, 18 Oktober 2019 16:00 | Galih Pratama

OTONEWS - Salah satu komponen vital pada mobil adalah shockbreaker. Pasalnya, bagian kaki-kaki ini mendapatkan tekanan paling besar dari bobot kendaraan. Apabila ada masalah, tentunya keamanan dan kenyamanan saat berkendara bisa terganggu.

Seiring dengan usia pemakaian, shockbreaker juga akan mengalami pengurangan kinerja. Di mana daya redam shockbreaker akan menurun terutama saat melintas di jalan yang tidak rata, bergelombang, bahkan berlubang.

Untuk itu, penting halnya mengetahui tanda-tanda shockbreaker mobil Anda sudah mulai rusak. Menurut Sapta Agung Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat, paling mudah untuk mengetahui shockbreaker mulai rusak adalah dengan cara merasakan tingkat kenyamanan.

“Sebagai contoh, apabila bantingan atau goyangan ketika melintas di jalan yang kurang bagus terasa keras. Itu sudah jelas ada masalah dari sistem suspensi. Wajib dicek untuk mengetahui lebih lanjut persoalannya seperti apa,” ucap Sapta, seperti dilansir Auto2000.co.id, Jumat (18/10/2019).

[Baca Juga: Tiga Cara Mudah Merawat Shockbreaker Mobil Agar Tetap Awet]

Cara mudah lainnya untuk mengetahui kapan shockbreaker kapan harus diganti adalah dengan melihat dari fisiknya. Apabila terjadi rembesan atau bocoran artinya ada kebocoran pada seal shockbreaker. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab penururan performa shockbreaker.

Selain itu, dapat juga dilihat dari ayunan suspensi saat melintas jalanan rusak atau polisi tidur. Jika ayunan berlebih, artinya bahwa shockbreaker mobil Anda sudah mati. Contohnya jika lebih dari tiga kali mengayun, shockbreaker sudah mulai lemah.

Tanda lainnya bisa dideteksi dengan cara mendengar di sekeliling peredam kejut. Misal, timbul bunyi yang tidak wajar atau sebelumnya tidak pernah ada, dipastikan juga ada masalah pada shockbreaker.

[Baca Juga: Shock Absorber]

“Oleh sebab itu, disarankan apabila sudah mengalami masalah seperti itu dibawa langsung ke bengkel resmi untuk dicek lebih lanjut,” kata Sapta.

Apabila tidak segera ditindaklanjuti, maka tingkat kenyamanan penumpang menjadi berkurang. Selain itu, kondisi shockbreaker yang kurang maksimal juga bisa berakibat buruk kepada keselamatan.

Artikel Lainnya

/media/images/Ban-Mobil_iQXX7ny.original.jpg

Awas! Ban Mobil Bisa Meledak Akibat Kurang Angin

/media/images/Tips-Berkendara.original.jpg

6 Tips Cegah Virus Corona Saat Berkendara ala Auto2000

/media/images/Ban-KIA-Seltos.original.jpg

Cara Memilih Ban Yang Tepat Untuk Kendaraan Anda