Otopedia-Otonews-Tanda-tanda-Mobil-Butuh-Servis-Spooring-dan-Balancing-Galih.jpg

Tanda-tanda Mobil Butuh Servis Spooring dan Balancing

Kamis, 1 November 2018 16:00 | Galih Pratama

Perawatan mobil sejatinya harus dilakukan secara berkala. Umumnya, para pemilik kendaraan rutin melakukan servis mobil dan ganti oli. Tujuannya untuk menjaga performa mobil saat berkendara. Namun lebih dari itu, beberapa perawatan lainnya juga harus mendapatkan perhatian.

Perawatan mobil lain yang wajib dilakukan rutin adalah spooring dan balancing. Kedua jenis perawatan ini mencakup kaki-kaki mobil berupa roda dan pengaturannya. Sebelum mengetahui tanda-tanda mobil perlu servis spooring dan balancing, ada baiknya pemilik mobil perlu mengetahui fungsi serta tujuan dari jenis perawatan tersebut.

Dilansir dari kompas.com pada Kamis (31/10/2018), spooring adalah proses penelurusan kembali kedudukan empat roda mobil seperti awal. Kerja dari spooring adalah menyetel kembali kaki-kaki mobil agar sesuai dengan ketentuan dan standar pabrik.

Otopedia-Otonews-Tanda-tanda-Mobil-Butuh-Servis-Spooring-dan-Balancing.jpg

Salah satu bagian roda mobil yang kerap mengalami perubahan adalah ban depan. Perubahan tersebut, umumnya disebabkan karena sering melewati jalan bergelombang dan berlubang dengan kecepatan tinggi. Sehingga roda saat menapak tak sempurna. Selain itu, bisa juga karena pemakaian kendaraan mobil yang terhitung sudah lama.

Pengaturan spooring mencakup sudut-sudut geometri roda depan dan belakang, yakni chamber, caster, dan toe. Perubahan sudut chamber yang berlebih atau kurang dari standar pabrik akan menyebabkan ban cepat ‘aus’, baik di bagian dalam ataupun luar ban.

Untuk mengatur sudut geometri tersebut, spooring dilengkapi dengan teknologi komputerisasi. Alat komputerisasi itu memiliki data pengaturan sudut geometri roda mobil sesuai dengan pabrikannya.

Otopedia-Otonews-Tanda-tanda-Mobil-Butuh-Servis-Spooring-dan-Balancing-Galih-3.jpg

Lalu apa itu balancing? Dilansir dari teknik-otomotif.com, perawatan ini merupakan proses untuk menstabilkan atau menyeimbangkan roda agar bobot roda dapat merata. Sehingga ketika roda berputar, roda dapat seimbang atau roda dapat berputar pada porosnya dengan stabil.

Mobil Butuh Spooring dan Balancing

Khusus untuk mobil baru, perawatan spooring dan balancing bisa dilakukan setiap 20.000 kilometer (km) sekali. Namun angka tersebut tak bisa dijadikan patokan. Terutama bagi Anda yang kerap melakukan perjalanan jauh dan melintasi jalanan yang rusak, tentunya waktu tersebut tak berlaku. Waktu servis spooring dan balancing sebaiknya dilakukan lebih cepat dari waktu rutin yang telah ditentukan.

Lain halnya jika mobil yang umurnya sudah mencapai tiga tahun atau lebih, ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda bahwa mobil Anda perlu perawatan spooring dan balancing. Di antaranya sebagai berikut.

  1. Pada saat melaju pada kecepatan sekira 60-70 km/jam, setir mobil akan bergetar.
  2. Pada saat melaju di jalanan lurus, setir condong ke satu sisi, baik kanan ataupun kiri.
  3. Setir terasa berat dan sulit dikendalikan.
  4. Saat berkendara atau melintasi jalan berlubang, akan terasa getaran pada kemudi yang mengganggu kestabilan dalam berkendara
  5. Mobil terasa miring seolah ban kempis
  6. Ban belakang tidak lurus dengan ban depan.

Hal-hal di atas tentunya sangat membahayakan bagi pengemudi. Bisa mengakibatkan kejadian fatal. Terutama saat mengendari kendaraan kurang konsentrasi. Untuk itu, demi menjaga kenyamanan dan keselamatan saat berkendara, jangan sepelekan perawatan ini.

[Baca Juga: Ini Bedanya Sistem Penggerak Roda 4WD dan AWD]

Untuk mendapatkan perawatan spooring dan balancing kini mudah dijumpai di bengkel-bengkel resmi ataupun ternama. Harga perawatannya pun bisa dibilang cukup terjangkau. Contohnya untuk servis spooring, pemilik mobil cukup mengeluarkan kocek sekira dari Rp150 ribu hingga Rp200 ribu untuk ban depan dan belakang.