Mobil Listrik.jpg

Sulitkah Mengurus Surat-Surat Kendaraan Listrik?

Selasa, 10 September 2019 15:00 | Galih Pratama

OTONEWS - Hadirnya Peraturan Presiden (Perpers) tentang Kendaraan Listrik mendorong pabrikan mobil di Tanah Air untuk segera memasarkan kendaraan ramah lingkungannya. Meski mulai gencar memasarkannya, ternyata masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai plus minus memiliki kendaraan berbasis listrik.

Salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah kekhawatiran mengurus surat-surat kendaraan seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Sebab, banyak pertanyaan di kalangan masyarakat apakah mengurus STNK kendaraan listrik sama atau berbeda dengan kendaraan konvensional pada umumnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Aan Suhanan menjelaskan, regulasi atau pengurusan STNK kendaraan listrik dengan kendaraan konvensional sama.

“Sebetulnya regulasi kendaraan bermotor listrik ini sama dengan kendaraan yang sudah ada, baik yang berbasis minyak maupun gas,” jelas Aan, seperti dilansir kompas.com, Selasa (10/9/2019).

[Baca Juga: Pemerintah Targetkan 400 Ribu Mobil Listrik Tahun 2025]

Masih menurutnya, kendaraan yang beredar di Tanah Air, baik kendaraan konvensional maupun listrik sejatinya memang harus didaftarkan di Kementerian Perindustrian untuk pendaftaran tipe (TPT). Apabila sudah memenuhi persyaratan, akan keluar Sertifikasi Registrasi Uji Tipe Kendaraan (SRUT).

“Ini yang menjadi dasar kami di Kepolisian untuk meregistrasi atau mendaftarkan, hasil outputnya adalah BPKB dan STNK. Bahwa betul kendaraan itu asal usulnya jelas dan legal,” jelasnya lagi.

Sementara hal yang membedakan pengurusan surat-surat kendaraan listrik dan konvensional hanya terletak pada penulisan kapasitas mesin dari cc menjadi kWh. "Sudah ada di ruang STNK, untuk mengubah daya mesin konvensional ke listrik. Sudah dari 2017 kita akomodir itu," katanya.

[Baca Juga: Mobil Listrik Kebal Aturan Perluasan Ganjil Genap di Jakarta]

Dia mengaku, saat ini sudah ada 2.000-an kendaraan listrik yang melakukan registrasi. Jenisnya ada motor listrik, mobil listrik penumpang, dan bus listrik. Mayoritas memang berasal dari kawasan Jakarta. “Jadi, tidak ada masalah terkait regulasi STNK dan TNKB kendaraan listrik," ujarnya.

Diketahui, di pasar otomotif Tanah Air, sudah ada sejumlah produsen mobil yang memasarkan mobil listrik andalannya. Jenis kendaraan elektrifikasinya cukup beragam, ada hybrid, plug-in-hybrid, fuel cell atau hydrogen, dan full listrik.

Artikel Lainnya

/media/images/Daihatsu-Sigra_0hM2Xcd.original.jpg

Pilihan Mobil Baru 7 Penumpang di Bawah Rp150 Juta

/media/images/Car-Seat-1.original.jpg

Posisi Duduk Anak di Mobil Ditentukan Usianya