ilustrasi bahan bakar mobil.jpg

Suka Gonta-Ganti BBM? Begini Efeknya

Senin, 1 Juli 2019 12:00 | Galih Pratama

Kini, pilihan jenis bahan bakar minyak (BBM), khususnya di Indonesia bisa dibilang cukup banyak. Ada Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan lainnya. Jenis bahan bakar minyak tersebut tentunya punya karakteristik dan kelebihan tersendiri.

Hal ini nyatanya membuat sebagian pemilik kendaraan motor maupun mobil terkadang coba-coba gonta-ganti BBM untuk kendaraannya. Alasannya pun sangat beragam. Lalu, timbul pertanyaan, apakah pergantian jenis BBM satu dengan lainnya tersebut aman bagi mesin kendaraan?

Menanggapi hal tersebut, pakar lubricant dunia dari Shell, Andreas Schaefer menjelaskan, bahwa pergantian BBM dalam waktu singkat yang dilakukan pemilik kendaraan memang tidak memiliki dampak signifikan pada mesin.

“Ketika mengganti atau mencampur jenis BBM A dan B, saya kira tidak akan menimbulkan dampak buruk pada kendaraan,” ujar Andreas seperti dilansir dari inews.com, Senin (1/7/2019).

[Baca Juga: Tanda Bahan Bakar Kurang Berkualitas, Akibatnya Bikin Ngeri]

Meski tak ada efek samping, lanjutnya, mengganti atau mencampur jenis BBM berbeda dalam waktu berdekatan, pemilik kendaraan tidak akan mendapatkan kinerja maksimal dari bahan bakar tersebut.

“Lebih baik tidak mencampur atau mengganti BBM dalam waktu singkat. Karena akibatnya membuat kinerja bahan bakar pada mesin tidak maksimal,” tambahnya.

Sering gonta-ganti BBM justru akan berdampak buruk pada mesin motor maupun mobil. Pasalnya, setiap mesin memiliki kompresi yang berbeda. Umumnya, kompresi mesin sudah disesuaikan dengan bahan bakar yang ada di pasaran.

Jika kerap dipaksakan mencampur atau mengganti BBM, secara otomatis mesin akan menyesuaikan kembali kompresinya. Akibatnya, performa mesin diyakini akan mengalami masalah. Misalnya mesin mudah rusak, bahkan sulit untuk dihidupkan.

[Baca Juga: Jangan Panik, Ini Cara Atasi Mesin Overheat]

Di sisi lain, terkadang banyak pula pemilik kendaraan yang menambahkan zat aditif ke dalam jenis BBM yang bertujuan meningkatkan performa mesin. Hal itu justru tidak direkomendasikan. Penambahan zat-zat lain ke dalam BBM memerlukan pendampingan dan uji coba secara profesional.

“Penambahan zat baru ke dalam tangki BBM mungkin dapat menimbulkan efek yang tidak bisa diatasi sendiri. Makanya, sangat tidak direkomendasikan,” tutup Andreas.

Artikel Lainnya

/media/images/Ilustrasi_Kaca_Film.original.jpg

Begini Cara yang Benar Merawat Kaca Film Mobil

/media/images/Transmisi_Otomatis.original.jpg

Tiga Hal Sepele Ini Bikin Mobil Matik Cepat Rusak

/media/images/Filter_Oli.original.jpg

Ini Waktu yang Tepat untuk Ganti Filter Oli

/media/images/Ilustrasi_ban_mobil.original.jpg

5 Tanda Ban Mobil Harus Segera Diganti