SPBU Shell.jpg

Shell Tawarkan Bisnis SPBU Lewat Sistem Kemitraan DODO

Senin, 23 Desember 2019 13:00 | Galih Pratama

OTONEWS - Shell Indonesia menghadirkan program kemitraan Dealer Owned Dealer Operated (DODO) bagi para pengusaha atau masyarakat untuk melakukan investasi jangka panjang dalam bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Waqar Siddiqui, Direktur Retail Shell Indonesia menjelaskan, dalam memperluas jaringan bisnis SPBU Shell, pihaknya membuka peluang kerja sama dengan pengusaha-pengusaha lokal, baik individu maupun korporasi, sebagai penyalur BBM dengan skema kemitraan DODO, di mana mitra menjadi pemilik aset, membangun dan mengoperasikan SPBU dengan produk berkualitas dan standar pelayanan Shell.

“Melalui program kemitraan dengan perusahaan lokal, kami berharap akan dapat lebih memperluas lagi jaringan SPBU- Shell di berbagai daerah serta membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar. Hal ini menjadi salah satu wujud dari dukungan Shell dalam berperan aktif membangun perekonomian di berbagai daerah di Indonesia,” jelas Waqar dalam siaran persnya beberapa waktu lalu.

[Baca Juga: Shell Buka SPBU Baru di Cirebon dan Alam Sutera]

Lebih jauh Waqar menjelaskan, skema kemitraan yang ditawarkan oleh Shell bersifat transparan dan mudah. Kepada mitra DODO, Shell juga memberikan pembekalan berupa pelatihan, dan membantu mitra bisnis dengan memberikan bantuan promosi berskala lokal dan nasional.

“Bagi pengusaha lokal yang tertarik mengembangkan bisnis ini, Shell mengajak calon mitra perorangan ataupun perusahaan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai program kemitraan dengan mekanisme DODO,” ajak Waqar.

Selain harus menyediakan lahan minimal 1.000 meter persegi (m2) dengan lebar 25 m2, mitra Shell juga sedianya menyiapkan investasi dalam bisnis SPBU sekira Rp4 miliar. Namun semuanya tergantung pemilihan lokasi, serta fasilitas yang disediakan.

Melansir kontan.co.id, Senin (23/12/2019), dalam skema kerja sama DODO, Shell Indonesia menawarkan kemitraan yang tidak sepenuhnya dibayar oleh mitra 100%. Artinya, pihak Shell juga akan sama-sama investasi bersama mitra sebanyak 40% dalam bentuk teknis seperti Pompa, Jenis SPBU Modular atau Reguler, Dispenser SPBU hingga IT System.

[Baca Juga: Ternyata Isi Bensin Full Tank Tak Disarankan, Ini Penjelasannya]

Sedangkan 60% investasi mitra akan menginvestasikan dananya dalam bentuk non teknis seperti membangun musholla, kamar mandi, supermarket, kafe, toko, kantor dan lain sebagainya. Sedangkan untuk masa kontraknya sendiri berlangsung selama 20 tahun dan diperkirakan akan segera balik modal dengan nilai investasi rata-rata Rp4 miliar selama 4-5 tahun.