regulator.jpg

Regulator

Rabu, 30 Januari 2019 11:00 | Inggil Yustiar

Pengertian Regulator

Regulator merupakan salah satu komponen yang penting pada mobil. Disebut penting karena jika terjadi kerusakan pada regulator, maka mobil tidak bisa berjalan atau tiba-tiba mati saat di jalan. Sebagai salah satu satu rangkaian komponen elektronik, regulator memiliki fungsi sebagai pengatur output pengisian.

Dalam regulator ada tiga buah relay yang bertugas mengontrol tegangan yang dihasilkan pembangkit listrik, mengontrol arus yang keluar, dan mencegah arus balik dari baterai. Ketiga fungsi tersebut dijalankan oleh voltage regulator, pembatas arus, dan cut out relay.

[Baca Juga: Air Suspension]

Sebagai komponen listrik pada mobil, regulator juga mengatur tegangan arus listrik dari alternator agar sesuai dengan kapasitas aki, dan beberapa komponen kelistrikan lain pada mobil. Hal tersebut membuat fungsi regulator sangat penting. Sebab jika listrik mengalir dari alternator ke aki melebihi batas, maka komponen tersebut dapat rusak. Melalui komponen tersebut, arus tegangan listrik diatur untuk tetap berada di 13,5 hingga 14,5 volt.

Komponen Regulator

Seperti yang sudah disebutkan di atas, regulator memiliki tiga komponen yang saling berhubungan untuk menjalankan tugasnya. Komponen - komponen tersebut adalah voltage regulator, pembatas arus, dan cut out relay. Berikut ini penjelasan dari ketiga komponen yang dimaksud:

  1. Voltage Regulator
Voltage Regulator.jpg

Komponen ini berfungsi untuk mengontrol listrik yang dihasilkan agar selalu tetap stabil. Cara kerjanya adalah ketika tegangan listrik mulai naik, kemudian arus listrik tersebut secara otomatis dialirkan melalui sebuah tahanan yang dihubungkan seri dengan kumparan medan. Sehingga, arus yang masuk ke kumparan tersebut diberi batas. Ini membuat tegangan listrik yang dibangkitkan menjadi turun. Setelah tegangan listrik tersebut turun, maka secara otomatis arus listik dapat mengalir, tanpa harus melalui tahanan yang dihubungkan pada seri tersebut. Dengan begitu tegangan listrik naik kembali. Tegangan listrik yang naik dapat diatur dengan menyetel ketegangan pegas dan celah udara pada voltage regulator tersebut.

2. Pembatas Arus

Pembatas Arus Regulator.jpg

Pembatas arus berfungsi untuk membatasi arus listrik yang berlebihan dari dinamo. Cara kerjanya, jika arus yang mengalir berlebihan maka secara otomatis arus tersebut akan dialirkan melalui sebuah tahanan, kemudian menuju kumparan medan. Dengan begitu, arus yang dibangkitkan dinamo menjadi kurang. Jika arus listrik yang dibangkitkan terlalu kecil maka, secara otomatis gaya pegas arus listrik yang dialirkan ke kumparan medan tanpa melalui tahanan akan membuat arus listrik bertambah.

3. Cut Out Relay

Cut Out Relay Regulator.jpg

Komponen ketiga dari regulator ini berfungsi untuk mencegah terjadinya arus balik yang mengalir dari baterai ke dinamo. Terjadinya arus balik tersebut disebakan oleh tegangan listrik yang dibangkitkan dinamo. Di mana pada putaran rendah tegangan listrik yang turun tersebut dipengaruhi putaran dinamo. Pada suatu putaran tertentu, tegangan listrik yang dibangkitkan dinamo lebih rendah dari tegangan listrik baterai. Jika terjadi hal tersebut maka, akan timbul arus balik.