Pelarangan GPS.jpg

Pro Kontra Larangan Penggunaan GPS di Mobil

Kamis, 14 Februari 2019 15:00 | Galih Pratama

Dewasan ini, dunia otomotif diramaikan kasus pelarangan pengguaan Global Positioning System (GPS) ketika mengemudi motor ataupun mobil. Padahal jika dilihat dari fungsinya, GPS sangat diperlukan bagi pengendara yang belum pernah ke tempat tujuan atau tempat baru.

Namun, berkendara menggunakan GPS dinilai mengganggu konsentrasi dan berisiko kecelakaan. Larangan ini pun sudah tertuang dalam aturan penggunaan GPS sesuai dengan pasal 106 ayat (1) UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Dilansir dari cnnindonesia.com pada Kamis (14/2/2019), larangan ini menuai kecaman dari Komunitas Toyota Soluna dan pengemudi online. Mereka secara resmi melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap aturan tersebut pada Maret 2018 lalu.

[Baca Juga: GPS]

Pemohon merasa dirugikan dengan larangan tersebut karena mereka sangat bergantung dengan aplikasi GPS saat bekerja. Penggunaan GPS itu diklaim tidak mengganggu konsentrasi pengemudi karena ponsel yang digunakan hanya diletakkan di dasbor mobil atau motor.

Atas dasar banyak pertimbangan, akhirnya gugatan tersebut ditolak MK. MK menilai menggunakan GPS di smartphone dapat mengganggu konsentrasi berlalu lintas dan dapat berkibat kecelakaan. Dengan putusan tersebut, aturan tentang larangan penggunaan GPS pun tetap berlaku.

Inti dari aturan tersebut berisikan mewajibkan pengemudi berkendara dengan penuh konsentrasi tanpa mengganggu aktivitas apapun, termasuk dengan pengguaan GPS. Bagi pengendara yang melanggar, akan terancam hukuman pidana paling lama tiga bulan dan denda Rp 750 ribu, sesuai yang tertuang dalam pasal 283 UU LLAJ.

Nasib GPS di Mobil

Seperti diketahui, mobil lansiran teranyar saat ini telah disematkan fitur navigasi berbasis GPS. Lalu, apakah perangkat navigasi di dalam mobil tersebut dilarang juga penggunaannya?

Menganggapi hal tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Halim Paggarra mengatakan, “penggunaan perangkat GPS tak dilarang. Yang tak boleh adalah menggunakan aplikasi GPS di handphone pada saat berkendara,” katanya seperti dikutip dari detik.com.

[Baca Juga: Back Sonar System]

Menurutnya, perangkat GPS yang melekat di mobil bisa membantu melacak keberadaan mobil. Adapun yang dilarang adalah penggunaan aplikasi GPS pada handphone oleh pengemudi motor ataupun mobil saat berkendara.

“Kalau GPS di mobil itu tidak masalah, karena itu kan melekat pada mobilnya. Tapi yang di motor itu aplikasi (menggunakan GPS, pada handphone) itu yang tidak boleh,” tambahnya. Perlu diingat juga, lanjut Halim, penggunaan GPS di mobil bisa digunakan asal tidak dioperasikan ketika mengemudi.

Terlepas dari pro kontra larangan penggunaan GPS, Anda sebagai pengemudi yang taat aturan lalu lintas harus tetap menjaga keselamatan dalam berkendara. Sebab, keselamatan berkendara adalah hal yang paling utama.

Artikel Lainnya

/media/images/Mazda-Bintaro.original.jpg

Resmi Dibuka, Segini Target Penjualan Mazda Bintaro

/media/images/BMW-The-New-Series-7.original.jpg

Sedan Mewah Terbaru BMW Seri 7