Power-Steering.jpg

Power Steering

Rabu, 6 Februari 2019 16:00 | Inggil Yustiar

Pengertian

Power Steering adalah sebuah alat yang ada pada mobil, digunakan dalam sistem kemudi untuk meringankan dalam membelokkan setir mobil. Alhasil menghasilkan putaran kemudi tanpa membutuhkan tenaga yang kuat untuk mengendalikannya, terutama pada kecepatan rendah dan dapat menyesuaikannya pada kecepatan menengah serta tinggi.

Cara Kerja

Ada dua macam cara kerja pada power steering yakni, posisi netral dan pada saat membelok:

  • Posisi Netral

Saat posisi netral alirkan ke katup pengontrol (control valve). Bila katup pengontrol berada pada posisi netral, maka semua minyak akan mengalir melalui katup pengontrol ke saluran pembebas (relief port) kemudian kembali ke pompa. Pada saat posisi ini tidak terbentuk tekanan dan area tekanan kedua sisi sama, sehingga torak tidak akan bergerak.

  • Posisi Membelok

Pada saat posisi mobil bergerak, maka poros utama kemudi (steeringmain shaft) diputar ke salah satu arah. Sehingga katup pengontrol juga akan bergerak menutup salah satu saluran minyak. Saluran yang lain pun akan terbuka dan akan terjadi perubahan volume aliran minyak kemudian terjadinya tekanan. Pada kedua sisi torak akan terjadi perbedaan tekanan dan torak akan bergerak ke sisi yang bertekanan rendah. Sehingga minyak yang berada dalam ruangan tersebut akan dikembalikan ke pompa melalui katup pengontrol.

kerja-pada-power-steering.jpg

Jenis Power Steering

Pada prosesnya terdapat dua jenis power steering yang disematkan pada mobil-mobil Indoesia yakni, Hidrolis dan Electric:

  • Power Steering Hidrolis

Pada jenis ini pompa power steering menggunakan tekanan hidrolis. Pompa power steering digerakkan oleh crankshaft melalui drive belt. Sistem kerja pada tekanan hidrolis sendiri, yaitu minyak power steering ditarik dari reservoir ke pompa saat mesin hidup. Minyak ini ditekan oleh satu power steering switch dan control valve yang terletak dalam pompa power steering. Tekanan oli inilah yang membuat putaran setir menjadi ringan.

Contoh mobil yang memakai jenis power steering ini adalah: Toyota Kijang, Panter

  • Electric Power Steering (EPS)

Pada jenis power steering ini EPS merupakan teknologi terbaru, yang mana dapat bekerja otomatis saat kontak mobil dalam posisi hidup, sehingga arus listrik terkirim ke motor listrik power steering. Saat mesin dihidupkan, noise suppressor mengirimkan perintah ke control module untuk menjalankan motor listrik dan clutch yang menghubungkan motor dengan batang setir. Kemudian saat setir mulai diputar, control module menerima informasi pada bagian sensor steering rack. Setelah perintah pesan sampai ke control module, akan mengirimkan arus listrik sesuai kebutuhan yang digunakan untuk melakukan putaran gigi kemudi, sehingga kemudi menjadi ringan. EPS sendiri memiliki sistem vehicle speed sensor. Saat mobil berjalan pada kecepatan lebih dari 80 kpj, sensor kecepatan mengirimkan ke motor EPS. Sehingga setir terasa berat. Hal tersebut bertujuan menjaga mobil di kecepatan tinggi.

Contoh mobil yang memakai jenis power steering ini adalah: Suzuki Karimun, Honda Jazz, Toyota Yaris

[Baca Juga: Blok Silinder]

Komponen

  1. Reserfoir berfungsi sebagai menampung cadangan oli power steering.
  2. Pompa berfungsi menghasilkan fluida keseluruh rangkaian power steering
  3. Katup Pengatur berfungsi sebgai mengatur sirkulasi aliran tekanan fluida sesuai arah kemudi
  4. Silinder Tenaga berfungsi menyalurkan aliran oli ke long tea rod sesuai arah kemudi cara kerja.

Cara Merawat

Permasalahan yang timbul untuk mengetahui power steering masih berfungsi dengan baik atau tidak. Biasanya kemudi akan terasa berat, sehingga ada indikasi bahwa power steering menjadi penyebabnya, dalam melakukan pemeriksaan sistem power steering adalah sebagai berikut:

  1. Periksa power steering belt. Jika kondisinya rusak maka harus diganti namun jika hanya kendor atau longgar lakukanlah penyetelan kekencangan pada belt tersebut.
  2. Periksa minyak power steering. Cek jumlah dan kualitas minyak dengan melihat deep stik pada tabung recervoir. Lakukan juga pengecekan terhadap kebocoran yang mungkin terjadi pada pipa/ selang penghubung. Jika ada kebocoran perbaiki atau atasi terlebih dahulu kebocoran yang terjadi, tambahkan minyak power steering pada reserfoir dan lakukan bleeding. Bleeding dilakukan dengan menghidupkan mesin pada 100 rpm, kemudian roda kemudi diputar secara maksimum ke kanan dan ke kiri tiga atau empat kali.