Porsche Club Indonesia 2

Porsche Club Indonesia Mengedepankan Kekeluargaan

Rabu, 13 Februari 2019 16:00 | Galih Pratama

Porsche Club Indonesia (PCI) merupakan komunitas para pengguna atau pemilik Porsche yang berdiri sejak 26 Februari 2011. Tercatat, ada sekitar 180 anggota dengan beragam varian Porsche yang terdaftar dalam klub ini. Mereka rata-rata berasal dari kawasan Jakarta dan Surabaya.

Dibanding dengan komunitas sportcar lainnya, member PCI bisa bilang sangat aktif dan telah banyak mengadakan event. Dalam satu tahun, klub yang bermarkas di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini, mampu mengadakan event hingga 24 kali.

"Dalam setahun kami biasanya mengadakan 24 event, 12 event major, 12 lagi minor, belum lagi sekadar nongkrong atau sarapan pagi," ujar Vice Presiden PCl William Lee, seperti dilansir dari laman detik.com pada Kamis (10/1/2019).

[Baca Juga: FOCI, Kumpulan Crazy Rich Indonesia]

Porsche Club Indonesia

Untuk event skala besar, William merinci, PCI biasanya mengemas event besar dengan kegiatan touring bersama. Tak hanya menjelajah wilayah dalam negeri, touring-nya juga kerap kali dilakukan hingga ke luar negeri. Contohnya, belum lama ini mereka melakukan touring ke Bangkok, Thailand.

“Di Bangkok itu, kami menghadiri perhelatan Sportcar Together Day (SCTD). Acara itu merupakan ajang kumpul pemilik Porsche terbesar se-Asia Tenggara. Partisipasi member PCI sangat bagus,” kata William.

Menurutnya, solidaritas antar member PCI memang tak bisa dianggap remeh. Mereka sangat kompak dalam berbagai hal ataupun kegiatan. “Kalau ada acara, kita kumpulin 30 mobil gampang banget. Beda dengan komunitas sejenis yang ngumpulin belasan mobil saja susah,” ungkap William.

[Baca Juga: ‘Rumah’ Pencinta BMW di Jakarta]

Diakui William, setiap kali berkumpul, PCI selalu berusaha mengedepankan rasa kekeluargaan pada tiap anggotanya. Dengan begitu, kata William, diharapkan seluruh member PCI akan menjadi makin solid. Inilah yang membedakan PCI dengan klub Porsche dengan negara lain.

“Contohnya di Jepang, member-nya ada 2.000-an, namun yang aktif hanya 200-an. Beda dengan di Indonesia, member kami 180, tapi selalu solid dan aktif,” tutup William.