Jalan Tol Layang Cikampek.jpg

Perhatikan 6 Hal Ini Saat Akan Jajal Tol Layang Cikampek

Kamis, 19 Desember 2019 10:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Akhirnya, jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated atau Tol Layang Cikampek bisa digunakan para pengendara secara umum. Diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kamis 12 Desember 2019, Tol Layang Cikampek ini diharapkan mampu mengurai kepadatan jalur tol Jakarta - Cikampek.

Sebelum mencoba Tol Layang Cikampek yang memiliki panjang sekira 36 kilometer (km) ini, ada sejumlah hal yang perlu diketahui para pengendara. Apa saja yang perlu diperhatikan? Simak 6 hal yang harus diperhatikan pengendara sebelum jajal Tol Layang Cikampek seperti yang berhasil Otopedia.com rangkum dari berbagai sumber di bawah ini:

1. Akses Masuk dan Keluar Tol Layang Cikampek

Jalan tol layang Jakarta - Cikampek hanya disediakan dua gerbang tol masuk dan keluar, yakni di Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat. Jadi, pengendara mobil yang hendak menuju Cikampek, bisa melalui jalan tol dalam kota dari arah Halim atau Cawang dan masuk di akses Simpang Susun Cikunir km 10.

Selanjutnya, jika menggunakan Tol JORR dari arah Pondok Indah, maka akses masuknya ada di km 45. Lain halnya apabila Anda menggunakan akses Tol JORR dari arah Cakung/Cilincing/Rorotan, akses masuknya ada di km 46.

[Baca Juga: Hindari Kecelakaan Beruntun, Perhatikan Jaga Jarak Aman]

Jika dari arah Bandung ingin masuk jalan Tol Layang Cikampek, pengendara hanya bisa masuk di km 47+500 (Karawang Barat). Untuk akses keluarnya di Simpang Susun Cikunir (km 9+500).

2. Memiliki Panjang 36,84 Km

Tol Layang Cikampek memiliki panjang sekitar 36,84 km. Ini merupakan jalur ekspres untuk perjalanan jauh ke Bandung, Cirebon, Semarang, dan Surabaya. Jalan Tol Layang Cikampek ini melintasi Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Indonesia.

3. Tak Ada Rest Area

Tol layang tak memiliki rest area. Untuk itu, pastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima. Termasuk ketersediaan bahan bakar kendaraan.

Diketahui, rest area hanya tersedia setelah turun dari Tol Layang Cikampek di km 50. Sementara itu jika dari arah Bandung/Cirebon/Semarang, rest area baru ada di km 6 arah Halim/Tol Dalam Kota.

4. Hanya Dilewati Kendaraan Gol 1

Ruas tol layang terpanjang di Indonesia ini hanya boleh dilalui oleh kendaraan Golongan I (nonbus dan nontruk) dengan batas kecepatan 60 km-80 km/jam.

5. Terdapat 111 Kamera Pemantau

Mengenai keamanan, di sepanjang jalur Tol Layang Cikampek telah disematkan 111 kamera pemantau sehingga jika terjadi insiden kecelakaan atau ada kendaraan yang mogok bisa segera diketahui dan mendapatkan penanganan.

6. Gratis

Selama masa uji coba, pihak operator Jasa Marga membebaskan atau menggratiskan biaya kendaraan roda empat yang masuk jalan Tol Layang Cikampek. Masa tenggat uji coba tersebut berlangsung hingga akhir tahun 2019.