Isuzu Panther.jpg

Pengembangan Mesin Jadi ‘Harga Mati’ Agar Isuzu Panther Bertahan

Senin, 24 Februari 2020 13:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Rumor penghentian produksi Isuzu Panther semakin berhembus kencang. Ini tak lepas dari informasi yang beredar luas di media sosial. Dalam beberapa foto beredar memperlihatkan bahwa Isuzu Panther telah berhenti produksi.

Seperti dalam akun Instagram @panther_mania. Akun tersebut memposting foto orang-orang di area pabrik yang memegang spanduk bertuliskan ‘End of Production engine model 4JA1-TBR54. Terimakasih kepada seluruh karyawan atas support produksi engine 4JA1-TBR54’. Sayangnya, foto tersebut kini sudah dihapus dari feed Instagram.

Sebelumnya, sejak awal 2019 lalu juga telah ramai permberitaan Isuzu bakal menyudahi produksi Panther lantaran terganjal regulasi Euro 4. Regulasi ini mengharuskan kandungan nitrogen oksida pada kendaraan berbahan bakar bensin tidak boleh lebih dari 80 mg/km. Sedangkan untuk mesin diesel 250 mg/km dan 25 mg/kg untuk diesel particulate matter.

Di Indonesia, regulasi Euro 4 yang merujuk Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P20/MENLHK/KUM. 1/3/2017 ini, mulai diberlakukan pada 10 Maret 2012, khusus untuk mesin diesel. Sedangkan untuk mesin bensin justru telah diterapkan pada dua tahun lalu.

[Baca Juga: Chevrolet Juga Kibarkan Bendera Putih di Thailand Akhir Tahun Ini]

Isuzu pernah mengungkapkan kekhawatirannya menjadikan Panther menyesuaikan pada regulasi dari Euro 2 ke Euro 4 karena tidak sesuai dengan hitung-hitungan bisnis. Mengingat, penjualan Panther yang berada pada segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) saat ini cenderung turun. Di satu sisi, pengembangan mesin harus membutuhkan investasi baru.

Alasan lainnya adalah Panther hanya dijual di Tanah Air, sehingga mereka belum terlalu fokus dalam mengembangkan 4JA1-L 2.499 cc turbocharger milik Panther ke Euro 4.

Mesin Panther.jpg

Jika benar-benar ingin bertahan, sejatinya Isuzu sudah mulai mengembangkan mesin diesel berstandar Euro 4 pada Isuzu Panther. Pengembangakan mesin jadi 'harga mati' agar Isuzu Panther bertahan di pasar otomotif Tanah Air. Sayangnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda Isuzu akan mengembangkan mesin diesel pada Panther sesuai dengan regulasi Euro 4. Ditambah lagi, hingga saat ini belum ada model-model Panther terbaru.

Generasi Panther

Pada 1991, Isuzu Panther pertama kali muncul di Tanah Air, dengan dua pilihan bodi, yakni minibus dan pickup. Semua varian tersebut dibekali mesin berkode C223 berkapasitas 2,2 liter atau 2.238 cc OHV berteknologi indirect injection. Mesin tersebut mampu menyemburkan tenaga sebesar 58 horsepower (hp).

Selang lima tahun kemudian, Panther mengalami perubahan. Panther generasi kedua ini memiliki mesin berbeda dari generasi sebelumnya. Kala itu, mesin Panther generasi kedua berkode 4JA1 berkapasitas 2.500 cc OHV direct injection. Tenaganya lebih besar, yakni 80 hp.

Untuk Panther generasi kedua, ada delapan varian yang ditawarkan. Di antaranya Panther Hi-Grade, Grand Royal, Royal, Deluxe, Hi-Sporty, New Hi-Grade, New Royal dan Hi-Sporty.

Lalu, pada 2000, Panther mengalami sejumlah ubahan dan dikenal sebagai New Panther. Perubahan terlihat pada Panther Touring yang telah menggunakan sistem transmisi otomatis dan mesin turbo diesel 4JA1-L bertenaga 86 hp.

[Baca Juga: Duh,,, Brand Legendaris Holden Disuntik Mati]

Di generasi terakhir (hingga saat ini), Panther telah mengalami tiga kali facelift. Pertama kali diluncurkan pada 2005. Memasuki 2009, New Panther mengalami untuk kedua kali. Facelift ini hanya di tampilan saja. Kemudian pada 2013, Panther kembali mengalami facelift untuk kertiga kalinya. Pembenahan dilakukan pada desain speedometer, pintu belakang (kecuali Smart dan LV) dan model ban serep (Smart, LV dan LS). Variannya Grand Touring, Touring, LS Turbo, LV Turbo, Smart Turbo dan Smart Turbo FF.

Facelift yang ketiga tersebut bertahan hingga saat ini. Ini rupanya berimbas pada popularitas Isuzu Panther menurun. Pun demikian dengan penjualannya. Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, wholesales (penjualan dari pabrik ke dealer) sepanjang 2019 Panther sebanyak 681 unit, sementara 2018 berjumlah 1.001 unit.

Di sisi lain, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Isuzu Panther belum memberikan keterangan resmi terkait eksistensi Isuzu Panther. Patut kita tunggu, apakah Isuzu Panther akan bertahan?