Pemerintah Targetkan 400 Ribu Mobil Listrik Tahun 2025.jpg

Pemerintah Targetkan 400 Ribu Mobil Listrik Tahun 2025

Sabtu, 26 Januari 2019 16:00 | Inggil Yustiar

Untuk mendorong penggunaan mobil listrik dalam negeri. Kementerian Perindustiran tengah berupaya menargetkan pada 2025, sekitar 25 persen atau 400 ribu unit kendaraan low carbon emission vehicle (LCEV) sudah masuk pasar Indonesia. Langkah tersebut mulai terlihat nyata setelah Kementerian Perindustrian menyelesaikan pengkajian terhadap rancangan peraturan Presiden tentang kendaraan bermotor listrik.

Dilansir dari tempo.co Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mendorong produsen otomotif mulai memproduksi mobil listrik, seperti PT Nissan Motor Indonesia, yang telah mengembangkan mobil listrik Nissan Note e-Power.

[Baca Juga: Deretan Mobil Hybrid Berteknologi Canggih]

“Tenaganya powerful karena engine full electric vehicle (EV). Tadi coba sampai kecepatan 80 kilometer per jam. Kalau dari sisi otomotifnya sudah layak, apalagi dengan EV yang emisinya lebih rendah, tentu pemerintah akan dukung,” ujar Airlangga Hartanto, dari siaran pers Kementerian Perindustrian.

Penggunaan teknologi hybrid ini diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) karena menggunakan listrik sebagai bahan bakar utamanya. Menurut Airlangga Hartanto diversifikasi BBM ke arah bahan bakar gas, bahan bakar nabati, atau tenaga listrik merupakan jawaban atas kebutuhan energi di sektor transportasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan saat ini infrastruktur untuk stasiun pengisi tenaga listrik belum tersedia. Padahal jika melihat hal tersebut produksi dan penggunaan bahan bakar alternatif secara langsung dapat menghasilkan ekonomi yang inklusif, terutama di daerah yang kaya akan sumber energi tersebut. Sehingga salah satu solusinya adalah teknologi hybrid.

Upaya untuk merealisasikan rencana ini. Salah satu strateginya ialah mendorong industri otomotif di Indonesia agar berinvestasi memproduksi kendaraan listrik dengan pemberian insentif. Kemenprin sendiri telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif terhadap pengembangan program LCEV, yang di dalamnya termasuk mobil listrik.

“Pada 2025, kami menargetkan 20 persen dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah kendaran LCEV termasuk kendaraan listirk. Ini sesuai tren dunia. Jika permintaanya tinggi, targetnya kami bisa lebih dari itu,” ujar Airlangga Hartanto, dikutip dari merdeka.com

Dalam mengembangkan kendaraan listrik, perlu adanya tahapan yang dijalankan secara terpadu, sebagaimana tahapan pengembangan industi otomotif baik dalam hal penyajian regulasi atau payung hukum, infrastruktur pendukung dan teknologi.

Oleh karena itu, Kemenprin juga berupaya menyinkronkan kebijakan pengembangan kendaraan bermotor nasional sesuai dengan target sejalan pula dengan Making Indonesia 4.0. “dalam menuju revoulusi industri 4.0, kami memacu industri otomotif agar mampu menjadi sektor unggulan ekspor Internal Combustion Engine (ICE) dan Electric Vehicle (EV),” lanjut Airlangga Hartanto.

Tidak hanya berfokus kepada produksi kendaraan listrik saja. Namun Kemenprin juga fokus terhadap pembangunan infrastruktur untuk menunjang kendaraan tersebut seperti charging station menjadi sangat penting. Dengan begitu ketika infrastruktur sudah siap, masyarakat dapat memakai kendaraan listrik secara mudah dan nyaman.

Industri komponen baterai pun juga diperhatikan kesiapannya karena merupakan komponen penting dalam mobil listrik. Kemenprin sendiri tengah menyiapkan proyek percontohan baterai untuk kendaraan listrik. Sebagai bahan uji coba baterai, akan dipasangkan pada kendaraan bermotor listrik roda dua terlebih dahulu di beberapa kota seperti Bandung, Denpasar, dan menyusul Yogyakarta.

Untuk mendorong peningkatan kemampuan industri komponen dan infrastruktur penunjang kendaraan berlistrik ini, dilakukannya melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) serta penetapan standardisasi produknya.

Artikel Lainnya

/media/images/Toyota-Calya.original.jpg

Ragam Promo Mobil Toyota Baru Jelang Akhir Tahun