Ilustrasi Ganti Oli Mesin.jpg

Patokan Ganti Oli Mesin Mobil Bukan Jarak Tempuh

Senin, 12 Agustus 2019 16:00 | Galih Pratama

Banyak hal yang harus diperhatikan agar performa mobil tetap terjaga. Salah satu yang sangat vital adalah pergantian pelumas atau oli mesin. Rutin mengganti oli mesin yang sesuai dengan anjuran bisa mencegah mobil dari permasalahan yang bisa merugikan si pemilik.

Umumnya, pergantian oli mesin mobil merujuk atau berdasarkan pada masa pakai ataupun jarak tempuh dalam satuan kilometer (km) yang bisa bisa dilihat dari odometer. Rujukan tersebut memang sesuai dengan anjuran pabrikan, namun sebenarnya ada hal lain yang harus menjadi patokan.

Seperti diungkapkan salah satu pengamat otomotif Tanah Air M Wahab. Menurutnya, pergantian oli mesin yang sudah tercantum di dalam buku petunjuk memang sudah sesuai anjuran pabrikan dan sisi keamanan mesin. Namun, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan pemilik kendaraan.

“Pergantian oli mesin sebaiknya tak hanya mengacu pada jarak tempuh kendaraan. Karena pergantian oli dengan standar pabrikan itu mungkin bisa lebih tepat kalau disesuaikan lagi,” ujarnya beberapa waktu lalu di bilangan Pejaten Barat, Jakarta.

[Baca Juga: 4 Tips Memilih Oli Mesin yang Tepat]

Dia menjelaskan, pemakain mobil dengan total 5 ribu km per bulan, akan berbeda dengan rekomendasi pergantiannya (oli mesin) dengan mobil yang hanya digunakan 20 km atau 600 km sebulannya. “Dengan jarak km yang lebih sedikit, artinya mobil tidak dipakai terus menerus. Akan berbeda perlakuannya yang sering dipakai,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Wahab, faktor yang memengaruhi interval pergantian oli mobil adalah suhu udara. Semisal mobil yang dipakai dalam kondisi suhu 40 derajat celcius dan suhu dingin 20 derajat celcius tentu akan berbeda. “Bahkan keadaan jalanan berdebu akan berbeda dengan pemakaian di jalan aspal mulus,” tambahnya.

Dia menyarankan, pergantian oli mesin mobil per 5 ribu km yang dipakai terus-menerus, ada baiknya angka km harus diturunkan lagi saat melakukan pergantian. “Contohnya kalau mobil stop and go (macet), artinya mesin lebih sering bekerja. Bila sesuai rujuakn buku petunjuk 5 ribu per km, maka kita turunkan angka patokannya di bawah 5 ribu km,” sarannya.

Pemilihan Oli Mesin

Hal penting lainnya yang berkaitan dengan pergantian oli adalah pemilihan oli yang tepat. Sebab, setiap mesin didesain berbeda-beda dan sesuai dengan kapasitas cc-nya. Khusus mobil LCGC misalnya, pemakaian oli mesin mobil ini tentunya berbeda dengan jenis mobil lain.

[Baca Juga: Awas, Jangan Salah Pilih Oli Mesin Mobil]

Menurut Wahab, khusus mobil bermesin LCGC tiga silinder sangat dianjurkan menggunakan pelumas dengan viskositas yang rendah. “Bisa memakai oli jenis 5W 30 atau 10W 30. Lebih encer pastinya lebih bagus untuk mesin mobil LCGC,” tambahnya.

Mesin LCGC dirancang dengan komponen mesin yang sangat presisi. Celah antar komponen mesin semakin rapat. Untuk itu, dibutuhkan oli mesin dengan viskositas rendah untuk masuk ke celah komponen mesin dengan mudah.

Artikel Lainnya

/media/images/Ban-Mobil.original.jpg

Pilih Mana, Ban Radial atau Bias?

/media/images/Kampas-Rem-Mobil.original.jpg

Tanda-tanda Kampas Rem Mobil Aus

/media/images/Oli-Transmisi-Matik.original.jpg

Cara Tepat Menguras Oli Transmisi Mobil Matik