NOS.jpg

NOS

Kamis, 31 Januari 2019 14:00 | Inggil Yustiar

Pengertian

Nitrous Oxide System atau dikenal dengan sebutan NOS adalah bagian dari nitrous. Nama NOS sendiri sebenarnya adalah merek nitrous dari HMC (Holley Motor Company). Nitrous sendiri merupakan senyawa yang terdiri dari dua unsur molekul, yakni Nitrogen dan satu unsur Oksigen (N2O). Cara nitrous sendiri dalam membantu pembakaran pada mesin adalah, ketika nitrous dilepaskan dari botol yang bertekanan tinggi, senyawa ini akan berubah bentuk dari air menjadi gas. Gas dari nitrous akan disalurkan ke dalam sistem asupan udara (intake) mesin yang kemudian masuk ke dalam ruang pembakaran.

Unsur molekul dari senyawa Nitrous Oxide pada suhu sekitar 300oC akan terpisah menjadi molekul nitrogen dan molekul oksigen. Panas dari kompresi pada ruang pembakaran akan memecahkan gas nitrous dan tentunya memberikan tambahan pasokan oksigen pada ruang pembakaran. Bertambahnya oksigen membuat bertambah pula jumlah bahan bakar yang dapat dibakar. Hal tersebut akan menambah daya panas dan ledakan pada ruang mesin hingga meningkatkan tekanan pada piston. Hasilnya, tenaga mesin akan meningkat.

Jumlah dari peningkatan tenaga tergantung dari jumlah nitrous dan tambahan bahan bakar yang disalurkan, atau pada umumnya berkisar 50-15-hp. Peningkatan tenaga tersebut bisa terjadi asal internal mesin sanggup menahan tekanan batas beban kerjanya. Jika tidak, maka risiko yang terjadi adalah hancur.

Nitrous masuk ke dalam sistem forced induction, seperti turbocharger meskipun sebagaian kalangan lain ada juga yang berpendapat sebaliknya. Nitrous sendiri tidak memaksa (mengompresi) udara untuk masuk ke dalam ruang pembakaran sehingga tidak bisa disebut sebagai forced induction.

forced-induction.jpg

Komponen Sistem Nitrous

  1. Botol/ Tabung Nitrous. Botol bertekanan tinggi yang menyimpan nitrous dalam bentuk cairan.
  2. Selang Nitrous (Nitrous Feed Line). Selang ini berfungsi menyalurkan nitrous dari botol ke plat nitro.
  3. Plat Nitrous. Plat ini dipasangkan antara throttle body dan intake manifold. Di plat inilah tempat nitrous (dan bahan bakar) disuntikkan. Plat Nitrous merupakan salah satu metode menyuntikkan nitrous, jenis metode lainnya akan kita bahas kemudian.
  4. Solenoids. Komponen ini umumnya terletak pada plat nitrous. Fungsinya adalah switch on/off untuk nitrous (dan bahan bakar) yang akan disuntikkan.
  5. Adapter bahan bakar (Fuel Rail Adapter) yang berfungsi untuk menghubungkan selang bahan bakar dengan fuel rail.
  6. Brass Jets. Ini mata spray/ nozzle, bentuknya mirip dengan yang ada pada karburator. Ukurannya bermacam-macam, tergantung dari besaran nitrous dan bahan bakar yang ingin kita suntikkan.
  7. Komponen elektronik seperti relay dan sensor. Ini digunakan pada mode otomatis, untuk menghubungkan solenoids dengan sensor throttle (throttle position sensor). Hasilnya, nitrous akan aktif secara otomatis apabila mesin bekerja pada putaran RPM tertentu.
  8. Valve Purge. Komponen ini termasuk optional. Fungsinya untuk melepaskan (membuang) sisa nitrous yang berada pada selang nitrous setelah nitrous digunakan. Hal ini dilakukan untuk memastikan suplai nitrous selanjutnya dapat langsung masuk ke dalam plat nitrous. Gas nitrous dari proses purge ini akan menyemprot keluar dari mobil dan memang terkadang digunakan untuk atraksi alias menarik perhatian orang.

Komponen-Sistem-Nitrous.jpg

Cara Kerja Nitrous

  1. Cara yang paling umum untuk mengaktifkan sistem nitrous adalah melalui sistem otomatis yang bekerja melalui throttle position sensor (TPS sensor). Jadi nitrous akan aktif ketika mobil mencapai kisaran rpm tertentu.
  2. Pengemudi akan menyalakan switch on untuk sistem nitrous agar aktif dan standby menunggu mesin mencapai rpm yang telah ditentukan. Biasanya switch ini dinyalakan pada gigi 2-3 keatas.
  3. Setelah sistem nitrous sudah on dan mobil sudah mencapai kisaran rpm yang ditentukan, sensor nitrous akan mendapat sinyal dari TPS sensor. Lalu kemudian sensor nitrous akan memerintahkan solenoid nitrous serta solenoid fuel untuk switch on. Ini akan membuka aliran pasokan nitrous dan fuel kepada mesin.
  4. Begitu nitrous keluar dari botol bertekanan tinggi, wujudnya kemudian berubah menjadi gas karena nitrous keluar ke atmosfir normal. Ketika berubah menjadi gas tersebut, suhunya pun berubah turun menjadi -88,5 °C. Kalo korek gas pecah, gasnya terasa dingin bukan? Nah semacam itu. Hal ini juga membantu meningkatkan power mesin karena suhu yang dingin tersebut membuat udara bisa masuk lebih banyak ke dalam silinder mesin. Yang berarti kita bisa membakar lebih banyak bahan bakar.
  5. Pada saat piston berkompresi, tekanannya akan menyebabkan suhu mesin naik dan memisahkan unsur nitrous (N2O) meniadi Nitrogen dan Oksigen.

Tambahan pasokan oksigen tersebut digabungkan dengan tambahan bahan bakar akan meningkatkan tekanan dan suhu ledakan di ruang bahan bakar yang lebih besar lagi. Hal tersebut lah yang kemudian meningkatkan tenaga dari mesin.

Cara-Kerja-Nitrous.jpg

[Baca Juga: Multi Point Injection]

Artikel Lainnya

/media/images/Hill-Start-Assist_ziVk7Fp.original.jpg

Hill Start Assist

/media/images/Electric-Parking-Brake.original.jpg

Electric Parking Brake

/media/images/Aquaplaning_MEmPPlJ.original.jpg

Aquaplaning

/media/images/Ground-Clearance.original.jpg

Ground Clearance