Mobil Banjir.jpg

Nekat Nyalakan Mesin Mobil Habis Terendam Banjir, Ini Akibatnya

Selasa, 7 Januari 2020 11:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Mobil yang terendam banjir sejatinya butuh perawatan khusus. Sayangnya, kurangnya pengetahuan sebagian pemilik mobil, terkadang perawatan yang dilakukan justru makin membuat parah kondisi mesin mobil. Misalnya saat mengevakuasi mobil yang terendam banjir dengan menyalakan atau starter mobil. Ini justru sangat berpotensi membuat mesin mobil mengalami kerusakan parah.

Seperti dijelaskan Teknisi Ahli dari Wormer Matic, Bengkel Spesialis Transmisi Otomatis & Mobil Matic Hermas Prebowo, bahwa sifat air itu bisa berubah wujud tapi tidak bisa dikompres (dimampatkan). Ini tentunya sangat berbeda dengan udara. Apabila air masuk ke ruang bakar mesin, lalu dikompres dengan cara menghidupkan mesin, maka piston bisa rusak.

“Lengan piston bisa bengkok atau patah, crankshaft rusak, blok, dan silinder head bisa retak. Banyak deh pokoknya,” tulis Hermas seperti dikutip dalam akun Facebook pribadinya, Selasa (7/1/2020).

[Baca Juga: Daihatsu Gratiskan Pemeriksaan Mobil Pelanggannya yang Terendam Banjir]

Dia mengaku menerima banyak telepon dari pemilik mobil yang mengalami kebanjiran. Banyak di antara mereka nekat menghidupkan atau menyalakan mesin mobilnya pasca banjir. “Tiga di antaranya bilang mobilnya habis kebanjiran, distarter (dihidupkan), mesinnya hidup sebentar, lalu bunyi kemlotak dan mati,” tulisnya lagi.

Menurut Hermas, bunyi kemlotak dan mesin mati menandakan bahwa mobil tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. “Itu namanya rontok mesinnya,” kata Hermas.

Dia menyarankan, apabila mobil terendam banjir, jangan sesekali untuk menyalakan atau starter mobil. Tapi membawanya ke bengkel untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari mekanik. “Nggak usah dinyalain, langsung towing saja ke bengkel yang ngerti bener,” sarannya.

Saat mengevakuasi mobil, pemilik mobil juga harus memperhatikan jenis transmisi kendaraan. Pasalnya, mobil transmisi manual dan otomatis memiliki treatment yang berbeda. Untuk transmisi kendaraan manual bisa dibawa dengan cara ditarik atau pun towing. Sedangkan, khusus transmisi kendaraan otomatis, mobil harus digendong untuk menghindari kerusakan karena tidak adanya pelumasan.

[Baca Juga: Tips Pertolongan Pertama Jika Mobil Terendam Banjir]

Hal lain yang harus diperhatikan pasca banjir adalah komponen kelistrikan. Lepaskan konektor aki di kutub negatif. Ini untuk menghindari dampak buruk pada sistem kelistrikan seperti ECU, Relay, dan Junction Block.

Cara tersebut bisa menjadi pertolongan pertama pada mobil yang terendam banjir. Sehingga diharapkan bisa terhindar dari kerusakaan yang lebih fatal pada kendaraan kesayangan Anda.