Aliran Modifikasi Itasha.jpg

Modifikasi Aliran Itasha Unjuk Gigi di Festival Ennichisai Blok M

Minggu, 23 Juni 2019 14:00 | Galih Pratama

Tak hanya kebudayaan Jepang, Festival Ennichisai yang digelar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada 22-23 Juni 2019 ini juga memamerkan salah satu ciri khas Jepang di bidang otomotif.

Hal ini bisa dilihat dari salah satu sudut area festival, terdapat sejumlah kendaraan mobil yang menarik perhatian pengunjung karena tampilannya yang kontras bekelir karakter anime Jepang.

Tim Otopedia pada Minggu 23 Juni 2019, berkesempatan melihat langsung mobil bekelir anime Jepang tersebut. Ada salah satu merek mobil Nissan berwarna putih kombinasi tosca yang seolah ‘menggoda’ untuk didekati.

Modifikasi Itasha.jpg

[Baca Juga: 2020, New Nissan LEAF Masuk Pasar Otomotif Indonesia]

Secara tampilan, mobil ini memang terlihat sangat sporty. Ditambah gambar karakter anime Jepang ‘nagkring’ dan huruf kanji yang khas menyatu sempurna di sekujur bodi mobil tersebut.

Tak ayal, modifikasi mobil ini cukup menyedot sebagian perhatian pengunjung. Maklum, di Indonesia modifikasi ala Jepang ini memang cukup asing dan masih jarang di jalanan ibu kota. Tapi, di Negeri Sakura, aliran modifikasi ini cukup tenar. Lalu, apa sebutan dari modifikasi tersebut?

Itasha

Modifikasi tersebut adalah sebuah aliran modifikasi asal Jepang yang bernama itasha. Dilansir dari intersport, Jepang mempunyai ciri khas tersendiri dalam selera modifikasi. Salah satunya adalah Itasha.

Itasha merupakan kombinasi dari huruf kanji. Itai yang berarti pain atau sakit, dan sha untuk car atau mobil. Kalau digabungkan maka terjemahan langsungnya menjadi pain car. Dinamakan pain car karena menjadi seorang otaku, yang fanatik terhadap anime, manga, atau video game, terkadang mendapat cibiran dari orang-orang di sekitar.

Mobil itasha.jpg

Modifikasi aliran Itasha sendiri sudah muncul di Jepang sejak tahun 1990-an. Mereka menghiasi mobil dengan pernak-pernik dan stiker anime. Hal ini terinspirasi dari aliran modifikasi motor Bosozoku dan truk yang dihias-hias (Dekotora).

Pada 2007, bermula dari komunitas online, mereka menggelar kopi darat alias meetup secara besar-besaran di acara Auto Salon (Autosaroone). Setahun setelahnya, ada sekitar 600 mobil Itasha berkumpul di distrik Odaiba.

Aliran modifikasi Itasha pun semakin dilirik banyak orang. Bahkan, sempat pada salah satu event ada juga yang memamerkan Ferarri F430 Spider yang sudah dimodifikasi beraliran Itasha.

[Baca Juga: Hanya Diproduksi 20 Unit, Ini Keistimewaan Bugatti Chiron Edisi New Special]

Tak hanya itu, modifikasi aliran Itasha sudah memengaruhi dunia balap. Buktinya, pada 2008 mobil yang dihias dengan tema Hatsune Miku ikut serta dalam kejuaraan balap mobil Super GT. Mobil bertema anime juga terlihat pada kejuaraan drifting Jepang yang terkenal D1 Grand Prix.

Di Indonesia, kehadiran Itasha memang belum banyak berkeliaran di jalanan. Padahal, pengaruh Itasha sendiri sudah meluas ke berbagai negara. Tertarik memodifikasi mobil Anda dengan aliran itasha?