Mesin Rotary.jpg

Mesin Rotary

Minggu, 27 Januari 2019 12:00 | Galih Pratama

Mesin rotary atau mesin wankel adalah mesin yang menghasilkan energi atau pembakaran dari gerakan berputar. Pembakaran tersebut dihasilkan dari piston berbentuk segitiga yang berputar pada rotor yang digerakkan sumbu. Untuk menunjang gerakan tersebut, putaran piston segitiga itu dibantu oleh kompresi atau tekanan.

Sistem mesin ini dikembangkan oleh insinyur Jerman, Felix Wankel. Pada tahun 1950-an, dia memulai penelitian di NSU Motorenwerke AD. Konsep mesin ini kemudian dilisensikan oleh beberapa perusahaan otomotif untuk dikembangkan atau diperbaikinya.

Pada awal kehadiran mesin ini, banyak pabrikan otomotif dunia yang mengaplikasikannya. Sebut saja Mercedes-Benz, Rolls Royce, Mazda, dan lainnya. Tapi dari semua pabrikan tersebut, hanya Mazda yang serius mengembangkan mesin rotary.

Mobil Mazda yang menggunakan mesin rotary yang sukses dikembangkan adalah generasi mobil sport All New Mazda RX-7 (Anfini) pada tahun 1991. Selanjutnya pada tahun 2008, Mazda kembali meluncurkan mobil bermesin rotary, yakni Mazda RX-8 versi facelift.

[Baca Juga: Blok Silinder]

Cara Kerja Mesin Rotary

Sistem pembakaran mesin ini dengan cara berputar atau berotarasi. Sedangkan piston pada mesin ini berbentuk seperti segitiga dan merangkap juga sebagai ruang bakar. Kerja mesin rotary terbagi menjadi empat langkah, di antaranya sebagai berikut:

1 Langkah hisap

Pada tahapan ini terjadinya masuk bahan bakar dan udara ke ruang bakar.

2 Kompresi

Kompresi adalah proses pemanfaatan bahan bakar dan udara ke ruang bakar.

3 Langkah kerja

Proses di mana mesin menghasilkan tenaga dari hasil pembakaran bahan bakar dan udara.

4 Langkah buang

Langkah buang merupakan proses pembuangan sisa pembakaran.

[Baca Juga: Direct Injection]

Pada mesin rotary, semua proses tersebut terjadi hampir bersamaan. Pada saat salah satu sisi rotor mengalami proses hisap, maka sisi rotor lainnya sedang melakukan langkah kerja, dan sisi rotor lainnya mulai melakukan langkah buang.

Proses ini membuat mesin rotary bekerja lebih cepat. Sementara dilihat dari dimensinya, bentuk mesin ini lebih ringkas dan komponen yang lebih sedikit, serta sanggup menghasilkan tenaga yang cukup besar.

Referensi: wikipedia.org, gridoto.com