mbi-museum-1.jpg

Mercedes-Benz Donasikan Mobil ke Museum Nasional Indonesia

Senin, 10 Februari 2020 17:00 | Aldi Prihaditama

OTONEWS - Sejak akhir abad ke-19, Mercedes-Benz telah menorehkan sejarah di Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara. Di tahun 1894, kendaraan bermotor pertama hadir di pulau Jawa, yakni Benz Victoria Phaeton yang dimiliki oleh Sultan Solo, Paku Buwono X. Kala itu, Mercedes-Benz langsung menjadi luxury brand otomotif terkemuka di Indonesia.

Pameran Perjalanan menuju 50 tahun kesuksesan Mercedes-Benz di Indonesia berlangsung sejak 8 hingga 15 Februari 2020.

Kisah sukses Mercedes-Benz terus berlanjut di tahun ini dengan diselenggarakannya peringatan setengah abad atas berdirinya pabrik perakitan lokal dan unit bisnis Mercedes-Benz Indonesia. Sebagai pelopor mobilitas di Indonesia, Mercedes-Benz telah mencapai berbagai tonggak sejarah selama kehadirannya lebih dari 125 tahun.

[Baca Juga: Mercedes-Benz C180 Hadir Kembali di Indonesia]

Sebagai simbol kontribusi dalam aspek mobilitas di Tanah Air, Mercedes-Benz mendonasikan sebuah replika mobil pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen kepada Museum Nasional Indonesia. Mulai dari tanggal 8 hingga 15 Februari 2020, replika mobil Benz Patent-Motorwagen tersebut dipajang dalam pameran temporer yang bertajuk Perjalanan menuju 50 tahun kesuksesan Mercedes-Benz di Indonesia di Museum Nasional Indonesia.

Benz Patent-Motorwagen dipajang dalam pameran temporer yang bertajuk Perjalanan menuju 50 tahun kesuksesan Mercedes-Benz di Indonesia.

“Kami sangat gembira dapat mendonasikan replika asli mobil pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen, kepada Museum Nasional Indonesia. Mercedes-Benz telah memainkan peran penting dalam sejarah mobilitas di Indonesia karena mobil pertama yang hadir di Indonesia adalah Benz,” kata Choi Duk Jun, Presiden Direktur, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, dalam rilis yang diterima Otopedia (8/2/20).

Bus Mercedes-Benz telah lama dipercaya oleh para penyedia transportasi umum sejak lama.

“Melalui donasi ini, kami mendukung Museum Nasional Indonesia dalam menjalankan misinya untuk mengedukasi mengenai wilayah Indonesia dan sejarahnya. Oleh karena itu, kami bangga untuk merayakan 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia dengan berkontribusi pada museum dan upayanya dalam bidang pendidikan dan budaya transportasi,” tambahnya.

Truk L 911 menandai produksi kendaraan Mercedes-Benz di fasilitas perakitan lokal..

Pada tahun 1970, PT Star Motors Indonesia, yang merupakan hasil joint venture antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas, didirikan sebagai agen tunggal produk Daimler-Benz di Indonesia. Di tahun itu pula, pabrik perakitan baru PT German Motor Manufacturing dibangun untuk produksi produk Daimler-Benz. Pada tahun 1971, pabrik di Tanjung Priok, Jakarta, memulai produksi kendaraan komersial, yakni Mercedes-Benz L 911. Produksi truk tersebut kemudian diikuti oleh perakitan bus dan mobil penumpang.

Mercedes-Benz seri W 115 tipe 200 menjadi salah satu model yang mulai diproduksi di Indonesia pada tahun 1973.

PT German Motor Manufacturing memulai produksi Mercedes-Benz seri W 115 tipe 200 dan 240 D, serta seri W 114 tipe 280 di tahun 1973. Guna mengakomodir pertumbuhan produksi mobil penumpang dan kendaraan komersial, maka Mercedes-Benz mulai mengoperasikan di pabrik perakitan lokal baru di wilayah Wanaherang, Bogor, Jawa Barat pada tahun 1982. Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang ini merupakan perakitan lokal PT Mercedes-Benz Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing di Indonesia, yang hingga kini telah merakit mobil penumpang (tipe C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLS), truk (Axor) dan sasis bus.