w124-5.jpg

Mercedes-Benz Buka Segmen Kendaraan Eksekutif Baru di 35 Tahun Silam

Kamis, 5 Desember 2019 14:00 | Aldi Prihaditama

OTONEWS - Jika pada 35 tahun silam terlihat begitu modern, maka kini pun desain Mercedes-Benz model 124 masih sedap dipandang. Mercedes-Benz model 124 dengan bodi saloon (W 124) diperkenalkan pertama kali pada 26 November 1984 di Seville, Spanyol, dan di bulan Desember 1984 langsung dipasarkan. Debut model 124 tersebut tak hanya memperlihat pencapaian teknologi dalam aspek mesin dan bodi saja, tapi juga membuka segmen kendaraan baru bagi Mercedes-Benz, yakni kendaraan eksekutif kelas atas.

Model 124 varian station wagon (S 124) menyusul di tahun 1985, coupé (C 124) di tahun 1987, saloon long wheelbase (V 124) di tahun 1989, dan cabriolet (A 124) di tahun 1991. Terdapat beberapa varian bodi versi khusus lainnya, tapi hanya dibuat sesuai dengan pesanan khusus saja.

Debut Mercedes-Benz model 124 di tahun 1984

Model 124 diwujudkan pada tahun 1984, jauh sebelum akhirnya mengusung predikat E-Class di tahun 1993. Desain yang berbobot ringan dan meningkatkan nilai aerodinamika, membuahkan efisiensi bahan bakar serta peningkatan performa kendaraan. Tingkat keselamatan berkendara juga dihasilkan berkat penggunaan suspensi belakang model multi-link.

Mercedes-Benz model 124 telah direncanakan jauh sebelum diluncurkan, bahkan idenya telah tercetus ketika model 114/115 (Stroke/8) masih diproduksi. Saat Mercedes-Benz model 123 mulai dipasarkan pada bulan Januari 1976, maka generasi penerusnya pun mulai dipersiapkan guna menciptakan segmen baru bagi kendaraan eksekutif.

Desain awal tercetus di tahun 1977

Model 123 begitu sukses dan amat diterima oleh pasar otomotif dunia, sehingga mendorong Mercedes-Benz untuk menciptakan produk baru yang lebih ringan dan lebih aerodinamis, tak ketinggalan ada peningkatan dalam hal keamanan serta keselamatan berkendara. Proyek awal mulai dikerjakan pada tahun 1977, dengan 10 pilihan proposal desain berskala 1:5, yang kesemuanya harus memiliki tingkat keaerodinamisan setidaknya Cd = 0.32. Akhirnya di tahun 1981, manajemen Daimler-Benz AG memutuskan untuk memilih tujuh dari sepuluh desain, yang selanjutnya harus dibuat dalam skala asli.

Tujuh dari sepuluh proposal desain model 124 dipiliha oleh manajemen Daimler-Banz AG

Untuk memenuhi uji coba komprehensif, Mercedes-Benz mulai melakukan uji benturan (test crash) di tahun 1982 dan uji jalan di berbagai kondisi medan. Tak kurang dari 60 unit mobil tes disebar ke berbagai belahan dunia untuk melakukan tes kelayakan. Mulai dari uji suhu panas di Afrika, uji kecepatan tinggi di sirkuit Nardò (Italia), di rute Sol y Nieve (Spanyol) dengan ketinggian ribuan meter di atas permukaan laut, termasuk uji suhu dingin ekstrim di Pegunungan Alpen, Canada dan Arjeplog (Swedia).

Saat pertama kali model 124 diperkenalkan, tersedia pilihan yang bermesin diesel (200 D, 250 D, 300 D) dan pilihan yang bermesin bensin (200, 230 E, 260 E, 300 E). Dalam perjalanan produksinya, Mercedes-Benz model 124 juga tersedia dengan pilihan mesin lainnya.

Tingkat aerodinamika menjadi salah satu aspek utama bagi model 124

Di tahun 1985, Mercedes-Benz memperkenalkan sistem penggeral all-wheel drive 4MATIC untuk varian yang bermesin 6 silinder. Sebagai bagian dari konsep kedinamisan berkendara, Mercedes-Benz juga melengkapinya dengan fitur Automatic Locking Differential (ASD) dan Acceleration Skid Control (ASR).

Awal tahun 1990an, hadir 400 E, 500 E, dan E 60 AMG dalam jajaran Mercedes-Benz model 124 yang menjadi tipe teratas. Ketiganya dilengkapi dengan mesin V8 berperforma tinggi dan disukai oleh pengguna yang gemar berkendara secara antusias. Bulan Juni 1993, Mercedes-Benz menerapkan nomenklatur baru untuk model 124, sebagai contoh 500 E menjadi E 500 atau 200 D menjadi E 200 Diesel.

[Baca Juga: Mercedes-Benz Tak Berharap Banyak pada Mobil Listrik]

Produksi Mercedes-Benz model 124 di pabrik Sindefingen berakhir pada tahun 1995 dan pembuatan komponennya mulai dihentikan satu tahun berikutnya. Sepanjang perjalanan produksinya selama 11 tahun, model 124 berhasil terjual sebanyak lebih dari 2,7 juta unit, yang mana lebih dari 2,2 juta unit di antaranya ialah yang berbodi saloon. Dengan kata lain, inilah Mercedes-Benz E-Class paling sukses.