McLaren MP4-12C.jpg

Mengulik Performa McLaren MP4-12C yang Kecelakaan di Jagorawi

Senin, 4 Mei 2020 13:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Kecelakaan mobil supercar kembali terjadi di Tol Jagorawi. Kali ini, nasib nahas menimpa pengemudi supercar yang diketahui McLaren MP4-12 C. Diduga kecelakaan yang terjadi pada Minggu (3/5/2020), pengemudi hilang kendali saat menggeber mobil dari arah Bogor menuju Jakarta.

Mobil tersebut kemudian slip hingga keluar jalur, dan menabrak pohon yang ada di bahu jalan di KM 43. Saking kencangnya, mobil tersebut ringsek, bahkan hancur berantakan. Beruntung, dua penumpang di dalamnya dinyatakan selamat, hanya mengalami luka-luka.

Lalu, seberapa buas supercar ini hingga terlihat hancur berantakan usai mengalami kecelakaan tersebut? Melansir dari berbagai sumber, mobil lansiran Inggris ini menggunakan sasis Formula One (F1), Carbon MonoCell. Kecepatannya pun diklaim setara dengan mobil balap F1.

[Baca Juga: Mengenang Sir Stirling Moss, Legenda Balap F1 Tanpa Mahkota]

Di balik kap mesin, tersemat mesin V8 3.800cc twin-turbo. Mesin tersebut tenaganya bikin geleng-geleng kepala, karena mampu mencapai 592 hp pada 7.000 rpm dan torsi 601 Nm pada 6.000 rpm.

Tenaga tersebut disalurkan ke roda melalui transmisi 7-speed dual-clutch dan sanggup mencapai kecepatan maksimal di angka 333 kilometer per jam. Tak heran bila, supercar ini mampu melaju dari kecepatan 0 – 100 km/jam hanya membutuhkan waktu 3 detik saja.

Pengembangan Mesin

Mesin McLaren MP4-12C.jpg

Diketahui, McLaren mulai mengembangkan mobil ini pada 2007. Mereka diam-diam membeli Ferrari 360 untuk digunakan sebagai prototipe. Purwarupa pertama bernama MV1 digunakan untuk menguji mesin V8 3.8 liter twin-turbocharged.

Masih di tahun yang sama, mereka kembali membeli GTR Ultima untuk menguji sistem pengereman dan komponen suspensi, bernama MV2. Sementara pada bagian kerangka ruang dan bodi mobil dimodifikasi untuk mengakomodasi komponen-komponen baru.

Kemudian, prototipe ketiga dikembangkan dari Ferrari 360 lain yang dijuluki MV3 untuk menguji sistem pembuangan. McLaren kemudian membangun dua prototipe sendiri yang disebut CP1 dan CP2, menggabungkan Carbon Monocell monocoque untuk menguji sistem dan kinerja manajemen panas.

Dari pengembangan tersebut, akhirnya McLaren secara resmi memperkenalkan McLaren MP4-C12 pada 2011. Kemudian dikembangkan lagi dengan varian terbaru yang diproduksi hingga 2014.

[Baca Juga: Novitec Suntik Tenaga McLaren Senna Hingga 889 HP]

Saat ini, McLaren MP4-12C sudah tak lagi diproduksi lagi. Di pasar Inggris, unit bekas supercar ini dibanderol mulai 90.000 poundsterling atau setara Rp1,7 miliar. Sedangkan di Indonesia, supercar ini harganya berkisar Rp3,9 miliar untuk lansiran 2012-2013.

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift