All New Corolla Altis Hybrid.jpg

Mengenal Fitur Toyota Safety Sense pada Corolla Altis Hybrid

Jumat, 27 September 2019 10:00 | Galih Pratama

OTONEWS - Tingkat kecelakaan yang tinggi di beberapa negara jadi sebagian alasan produsen mobil terus menghadirkan inovasi fitur keselamatan canggih. Tak heran bila fitur keselamatan kini tak sebatas airbags ataupun ABS saja. Toyota misalnya, mereka menyematkan fitur keselamatan baru bernama Safety Sense pada produk Corolla Altis Hybrid.

Safety Sense merupakan platform terbaru Toyota dalam memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna All New Corolla Altis HEV. Lalu, apa saja kelebihan dari fitur keselamatan ini?

Pre-Collision System (PCS)

Menurut Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor, fitur ini mengandalkan sensor radar dan kamera yang dipasang di depan. Keduanya berfungsi mendeteksi atau melihat adanya kemungkinan terjadinya tabrakan, PCS akan langsung memperingatkan pengemudi agar melakukan manuver untuk mengindar.

“Bahkan, di saat genting sehingga tabrakan tak mungkin terelakkan, sistem ini akan melakukan pengereman secara otomatis,” jelas Anton.

[Baca Juga: Toyota Luncurkan All New Corolla Altis, Ada Varian Hybrid]

Dynamic Radar Cruise Control (DRCC)

Tak jauh berbeda dengan PCS, sistem ini bekerja memantau keberadaan kendaraan lain di depan dan menjaga jarak aman mobil. Apabila ada mobil lain masuk ke jalur di depan secara tiba-tiba, sistem ini secara otomatis akan mengurangi kecepatan atau bahkan melakukan pengereman jika dirasa jaraknya sudah tidak aman.

Artinya, fitur keselamatan Toyota All New Corolla Altis ini akan mengontrol pengereman untuk mempertahankan laju, sehingga tidak bergerak liar dan menabrak. “Sistem ini memanfaatkan kamera di depan untuk memperhitungkan jarak kendaraan di depannya,” ungkap Anton.

Lane Depature Alert with Steering Assist (LDA)

Fitur lain yang tersematkan pada Toyota Safety Sense ini adalah LDA. Menurut Anton, sistem ini berfungsi mengantisipasi kecelakaan akibat microsleep atau tertidur pulas tiba-tiba hanya dalam hitungan sekian detik.

“Cara kerja sistem ini memberikan peringatan kepada pengemudi jika terjadi deviasi atau pergerakan mobil yang menjauh dari posisi seharusnya. Jadi, LDA akan mengoreksi posisi kemudi ke posisi normal,” ujar Anton.

[Baca Juga: Soal Mobil Listrik, Toyota: Masyarakat Perlu Edukasi]

Automatic High Beam (AHB)

Terakhir, ada AHB yang berfungsi mendeteksi apakah ada mobil di depan atau dari arah berlawanan. Sistem ini sangat berguna saat berkendara di malam hari, terutama ketika pengemudi menggunakan penerangan jauh.

Saat sistem mendeteksi adanya mobil lain, secara otomatis ia mengalihkan posisi lampu utama dari jauh ke dekat. Sederhanya memang fungsinya, tapi sangat penting untuk mencegah pengemudi lain menjadi silau terkena sinar penerangan jauh. Ini juga bertujuan menghindari terjadinya kecelakaan.