Biodiesel B30.jpg

Mengenal B30, Campuran Solar dan Minyak Nabati yang Ramah Lingkungan

Selasa, 10 Maret 2020 15:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Mulai Januari 2020, pemerintah telah menerapkan kebijakan bahan bakar biodiesel B30. Ini ditandai dengan ketersediaannya B30 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Pertamina MT Haryono, Jakarta. B30 merupakan implementasi lanjutan dari program B20 yang sudah dijalankan pemerintah pada tahun lalu.

Akhir-akhir ini, bahan bakar B30 kembali ramai diperbincangkan. Terutama dalam pameran kendaraan komersial bertajuk Gaikindo Commercial Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 yang resmi ditutup akhir pekan lalu.

Banyak agen pemegang merek (APM) kendaraan komersial yang mengangkat isu penggunaan biodiesel B30 pada produk mereka. Lalu, apa sebenarnya bahan bakar B30? Nah, bagi yang masih bertanya-tanya apakah itu B30, kali ini Otopedia coba akan mengulasnya.

Merangkum dari berbagai sumber, B30 merupakan pencampuran bahan bakar diesel atau solar dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Di mana komposisinya adalah 70 persen solar dan 30 persen FAME.

[Baca Juga: Bahan Bakar B30 Jadi Pijakan Indonesia Menuju Era Euro 4]

Bahan Bakar B30.jpg

FAME sendiri merupakan bahan bakar nabati yang terbuat dari bahan dasar kelapa sawit. Sebelum masuk dalam tahap pencampuran ke dalam solar, FAME terlebih dahulu diuji, karena campuran FAME harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Sejumlah uji coba penerapan bahan bakar B30 sudah diilakukan pemerintah dengan road test B30 yang diaplikasikan pada kendaraan. Hasilnya, bahan bakar B30 menunjukkan hasil positif. Di mana konsumsi bahan bakar rata-rata meningkat 0,87 persen dan daya rata-rata meningkatkan 0,84 persen.

Sejauh ini, pengaruh terhadap kinerja komponen kendaraan pun belum ditemukan permasalahan berarti. Artinya, semua komponen dalam kendaraan masih berfungsi dengan baik. Misalnya oli masih mengikuti spesifikasi, termasuk dengan filternya.

Dari sisi dampak lingkungan, bahan bakar B30 hasil uji coba juga diklaim menunjukkan perunan dampak terhadap lingkungan. Emisi karbon monoksida (CO) turun sebesar 0,1 – 0,2 gram/km dan partikulat lain (PM) turun sebesar 0,01 – 0,08 gram/km.

Dari hasil tersebut, bisa dikatakan bahan bakar biodiesel B30 diklaim lebih ramah lingkungan dibanding dengan jenis bahan bakar lainnya. Ini tentunya akan menjadi salah satu komponen penunjang dalam merealisasikan standar Euro 4 yang akan diaplikasikan pemerintah tahun depan.

[Baca Juga: Tanda Bahan Bakar Kurang Berkualitas, Akibatnya Bikin Ngeri]

Sementara pihak Pertamina juga menegaskan bahwa bahan bakar biodiesel B30 sudah siap digunakan di berbagai sektor industri. Selain sektor transportasi, bahan bakar B30 juga bisa digunakan dalam beragam jenis industri hingga pembangkit listrik.

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift