Otonews-Mengatasi-Blind-Spot-Saat-Mengemudi.jpg

Mengatasi Blind Spot Saat Mengemudi

Kamis, 8 November 2018 15:00 | Galih Pratama

Bagi pencinta otomotif, pasti pernah mendengar istilah blind spot. Bahasa sederhananya, blind spot adalah titik buta di mana pengemudi tak bisa mengetahui keberadaan kendaraan di sekitarnya.

Dalam istilah otomotif, blind spot kerap kali disebut juga sebagai area no-zone. Sebuah area yang tak dapat dilihat oleh pengemudi, baik pengendara motor maupun mobil. Area tersebut tak bisa dilihat, baik secara kasat mata, kaca spion dalam ataupun samping.

[Baca Juga: Bahaya! 5 Hal Ini Berpotensi Membuat Mobil Terbakar]

Dilansir dari viva.com pada Rabu (7/11/2018), blind spot terjadi karena batasan pandangan kaca spion yang terhalang oleh pilar kontruksi mobil. Setiap kendaraan memiliki titik blind spot yang berbeda-beda. Misalnya jika mobil penumpang, titik buta umumnya ada di sebelah kiri dan kanan pengemudi. Lain halnya pada truk gandeng, biasanya pengemudi tak bisa melihat benda yang lebih rendah.

Tak hanya dilihat dari faktor kontruksi mobil, blind spot juga bisa terjadi karena lingkungan jalanan yang menjadi penghalang pandangan para pengendara. Semisal terjadi di persimpangan, tikungan, area berbukit, area padat bangunan, kendaraan yang parkir di bahu jalan, lalu lintas padat, dan lainnya.

blind-spot.jpg

Bagi pengemudi, blind spot tentunya sangat berbahaya jika tak diantisipasi. Terlebih banyak kasus kecelakaan yang diakibatkan dari blind spot. Lalu bagaimana untuk mengatasi blind spot? Dilansir dari okezone.com pada Rabu (7/11/2018), ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menghindari blind spot saat berkendara.

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menghindari blind spot saat mengemudi adalah melirik spion. Produsen mobil sudah merancang spion kanan, kiri, serta di dalam mobil sesuai dengan kebutuhan pengendara. Salah satunya berfungsi mencegah terjadinya titik buta. Oleh karenanya, saat bekendara, para pengemudi sangat dianjurkan untuk sesekali arahkan mata ke spion. Tujuannya agar mengetahui kondisi di sekitar kendaraan Anda.

[Baca Juga: Musim Hujan Tiba, Pengendara Mobil Wajib Perhatikan Hal ini!]

Agar penglihatan kondisi sekitar kendaraan lebih optimal, sebelum perjalanan dianjurkan terlebih dahulu untuk melakukan penyetelan kaca spion yang tepat. Untuk spion bagian kanan dan kiri, ada baiknya disetel lebih cenderung ke arah keluar. Dalam penyetelan tersebut, pastikan juga bahwa bodi mobil bagian belakang masih terlihat dari kaca spion. Sementara penyetelan spion dalam mobil dilakukan agar dapat mencakup pandangan ke arah belakang. Tujuannya agar mobil yang posisinya jauh dari mobil terlihat dengan jelas.

blind-spot-2.jpg

Jika masih ragu melihat situasi sekitar kendaraan lewat kaca spion, pengemudi bisa melakukan shoulder check atau menoleh ke arah kiri atau kanan sebatas bahu. Bisa dilakukan juga saat hendak berbelok. Sementara ketika saat menyalip, Anda bisa membunyikan klakson untuk mengurangi efek negatif blind spot sekaligus menjadi tanda kepada pengemudi kendaraan lain atau kepada orang yang menyeberang yang tak terlihat oleh mata pengemudi.

Langkah lainnya untuk menghindari blind spot adalah menambahkan kaca spion blind spot. Untuk mendapatkan sepasang kaca spion blind spot kini mudah dijumpai di bengkel-bengkel aksesori. Bentuk kaca spion blind spot kecil dengan cermin yang cembung, ditempel di bagan cermin spion kanan dan kiri mobil. Bentuknya memang kecil, tapi fungsinya sangat penting, karena memiliki jangkauan untuk melihat ke belakang lebih luas.

Demikian penjelasan tentang apa itu tentang blind spot dan pencegahannya. Meskipun terlihat sepele, blind spot harus diwaspadai para pengemudi untuk menjaga kenyamanan saat berkendara. Mengingat banyak kasus kecelakaan yang diakibatkan pengemudi yang terhalang pandangannya atau blind spot.