Diskusi Forwot Truk ODOL.jpg

Mencari Solusi Tuntaskan Masalah Truk Obesitas

Kamis, 3 Oktober 2019 19:00 | Galih Pratama

OTONEWS - Berangkat dari keprihatinan banyaknya kecelakaan yang diakibatkan truk over dimension and over loading (ODOL) di jalan tol maupun non tol, Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) menggelar diskusi pintar bertemakan ‘Road to Zero ODOL Trucks on The Roads’ di Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

Kegiatan yang bertujuan membedah bagaimana cara mencari solusi menghilangkan truk obesitas ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi. Selain itu, ada juga Kasubditwal & PJR Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol. Bambang Sentot Widodo, dan Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia Jap Ernando Demily.

Tak bisa dipungkiri, truk ODOL hingga saat ini masih mudah kita jumpai. Mereka seolah dengan bebas melintas di jalan tol maupun non tol. Kondisi ini cukup miris, mengingat regulasi yang mengatur tentang dimensi dan rancang buat truk sudah diberlakukan sejak lama.

“Regulasi dimensi kendaraan sudah dibuat dan aturan sudah jelas. Berapa tinggi, panjang, lebar dan lainnya sudah dibuat. Rancang buat juga sudah dilakukan, harus ada persetujuan dari saya, tapi kenapa pas mobil keluar berbeda dimensinya,” ujar Budi.

[Baca Juga: Truk dan Bus Listrik Volvo Akan Masuk ke Indonesia]

Diakuinya, keterbatasan pengawasan petugas membuat pelanggaran truk ODOL ini terus terjadi hingga saat ini. Namun, pihaknya akan terus berupaya menekan pelanggaran tersebut dan berani mendeklarikan bahwa pada 2021 tak ada lagi truk ODOL di jalan tol maupun non tol. “Kami sudah mendeklarasikan 2021 tidak ada lagi truk ODOL,” ungkap Budi.

Demi menyukseskan misi tersebut, sejumlah strategi akan diterapkan agar mempersempit ruang gerak para pelaku truk ODOL. Semisal mengumumkan tarif logistik per kilometer untuk berbagai komoditas dan jembatan timbang online mulai 2020.

“Di tahun yang sama, kami juga berkoordinasi dengan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) untuk membangun jembatan online di jalan-jalan tol bernama Weight in Motion,” jelasnya.

[Baca Juga: Hindari Kecelakaan Beruntun, Perhatikan Jaga Jarak Aman]

Sementara dari sisi pabrikan otomotif, Presiden Direktur Isuzu Jap Ernando mengatakan pihaknya telah menerapkan sistem khusus yang bertujuan para konsumen tidak melanggar regulasi truk yang telah ditentukan pemerintah.

“Misalnya, Isuzu telah menaruh Electronic Control Unit (ECU) di truk sebagai bentuk pengawasan apakah dalam penggunaan sehari-sehari Gross Vehicle Weight (GVW) atau tidak. Over load tidak? Saat terjadi klaim garansi, kami cek dulu. Kalau dari ECU menunjukkan penggunaannya tidak sesuai rekomendasi, maka garansi gugur,” katanya.