cerita-wuling.jpg

Menakar Penetrasi Serbuan Mobil China di Indonesia

Rabu, 30 Januari 2019 11:00 | Galih Pratama

Saat ini, pasar otomotif Indonesia tengah diramaikan oleh serbuan mobil dari China. Penetrasi mobil Negeri Tirai Bambu ini mulai terlihat di beberapa ruas jalanan ibu kota. Lambat laun, populasinya makin bertambah. Kehadiran mereka secara otomotis menjadi penantang baru produsen mobil ternama yang telah eksis.

Pabrikan pertama asal China yang telah merambah pasar otomotif Tanah Air adalah Wuling. Merek Wuling sendiri berada dibawah bendera PT SGMW Motor Indonesia, yang merupakan afiliasi dari SGMW asal China.

Menakar-Penetrasi-Serbuan-Mobil-China-di-Indonesia.jpg

Dilansir dari cnbcindonesia.com pada Kamis (25/10/2018), Wuling hadir pada Juli 2017. Kehadirannya langsung menyentak pasar otomotif Tanah Air. Mereka berhasil mencetak penjualan 5.050 unit. Angka tersebut jauh lebih banyak dari penjualan mobil asal Korea Selatan, KIA sebanyak 837 unit dan Hyundai 1.271 unit.

Setahun kemudian, pesona Wuling makin mentereng. Pada semester 1 2018, Wuling berhasil mencetak 8.120 unit. Selain mengalahkan KIA dan Hyundai, mereka juga menggeser penjualan Nissan (4.813 unit), Datsun (7.621 unit), dan Mazda (2.769 unit).

[Baca Juga: Lolos Sertifikasi Uji Tipe, Esemka Siap Diproduksi Massal]

Seperti diketahui, pertama hadir di pasar otomotif Indonesia, mereka meluncurkan mobil merek Confero S di segmen low multi-purpose vehicle (MPV). Masih di segmen yang sama, Wuling kembali mengeluarkan tipe terbarunya bernama Cortez pada Februari 2018.

Tak hanya Wuling, Indonesia juga kedatangan DFSK di bawah bendera PT Sokonindo Automobile. Mobil-mobil DFSK juga diproduksi di Indonesia, tepatnya di pabrik Sokonindo yang terletak di Cikande.

mobil-Negeri-Tirai-wuling'.jpg

Pada 19 Juli 2018, DFSK meluncurkan mobil penumpang pertamanya bernama Glory 580 di segmen sport-utility vehicle (SUV). Tak hanya segmen SUV, mereka juga menawarkan mobil pick up yang pada semester I 2018 tercatat terjual sebanyak 269 unit.

Agresivitas mobil-mobil merek asal China tentunya patut diperhitungkan di pasar otomotif Indonesia. Mereka mampu mengalahkan penjualan mobil asal Korea dan beberapa mobil Jepang.

Sementara Indonesia sendiri pada awal 2019 baru akan memproduksi mobil dengan merek Esemka secara massal. Mobil ini digadang-gadang sebagai mobil nasional di Tanah Air. Rencananya ada enam tipe mobil Esemka yang akan diproduksi. Pertama, ada pick up kabin ganda Digdaya 2.000 cc. Selain itu, ada tipe Minivan Borneo 2.700 cc diesel.

Lolos-Sertifikasi-Uji-Tipe,-Esemka-Siap-Diproduksi-Massal-5.jpg

Disusul pick up Bima dengan empat varian dengan kapasitas mesin yang beragam. Ada 1.000 cc, 1.300 cc, 1.500 cc, dan 1.800 cc. Apakah mobil nasional ini mampu bersaing dengan mobil besutan ternama, khususnya dari China. Patut kita tunggu kehadiran mobil Esemka ini.