Kode Oli Mesin.jpg

Memahami Arti Kode pada Oli Mesin Mobil

Jumat, 15 November 2019 16:00 | Galih Pratama

OTOTIPS – Di pasaran, pelumas atau oli mesin mobil sangat beragam. Banyak brand yang menawarkan oli mesin dengan jaminan kualitas nomor wahid. Anda sebagai pemilik mobil pun, harus pintar untuk memilih oli mesin yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan agar performa tetap terjaga.

Untuk itu, sebelum membeli oli mesin, ada baiknya Anda mengenal lebih dulu kode-kode yang tertera di kemasan oli agar oli mesin yang dibeli sesuai dengan kebutuhan mobil. Di kemasan produk oli memang terdapat sejumlah kode. Diyakini tak semua pemilik mobil yang mengetahui secara detail pengertiannya.

Kali ini, Otopedia coba merangkum penjelasan apa saja perbedaan dari kode-kode pada kemasan oli. Berikut usalannya:

American Petroleum Institute (API)

Melansir seva.id, Jumat (15/11/2019), API merupakan kode sertifikasi terhadap kualitas oli yang berguna sebagai standarisasi oli di dunia. API bisa dibilang sebuah lembaga penguji dan pemeriksa kualitas oli yang dipakai di negara-negara Eropa, serta Amerika.

[Baca Juga: 4 Tips Memilih Oli Mesin yang Tepat]

API memiliki kode berbeda pada mesin bensin dan diesel. Pada mesin bensin, API dimulai dengan huruf S, sedangkan diesel dimulai dengan huruf C.

Umumnya, kode oli yang tertera pada mesin bensin adalah SA, SB, SC, SD, SE, dan SF. Sedangkan pada mesin diesel, kode yang mengikuti huruf C adalah CA, CB, CC, dan CD.

Kode-kode tersebut berpengaruh pada penggunaan oli mesin. Semakin tinggi huruf abjad kedua, berarti oli digunakan untuk mesin yang bekerja lebih berat. Selain itu, huruf pada abjad kedua juga menandakan kualitas oli.

Jika abjadnya lebih tinggi, berarti oli mesin tersebut sudah memenuhi standar dari syarat oli sebelumnya. Dengan adanya API, pengguna jadi dapat mengetahui oli apa yang cocok digunakan oleh kendaraan mereka.

International Lubricant Standardization and Approval Committee (ILSAC)

ILSAC menjadi standarisasi oli yang digunakan untuk mobil-mobil di Amerika dan Jepang. Dalam kode ILSAC umumnya diikuti dengan kode GF-5 yang merupakan parameter uji dari oli tersebut. Mulai dari uji fuel economy environment, simulasi deposit ruang bakar, piston, dan lain-lain.

Untuk di Tanah Air, standarisasi ILSAK memang belum banyak ditemui di pasaran. Karena produsen oli di sini lebih banyak menggunakan standarisasi API.

Society of Automotive Engineers (SAE)

SAE adalah badan internasional yang menjelaskan tingkat kekentalan oli. Selain itu, menunjukkan juga kemampuan oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin serta lingkungan.

Makin kecil angka indeks SAE, oli mesin akan semakin cair. Begitu pun sebaliknya, apabila angka indeks SAE besar, maka oli akan semakin kental. Angka indeks SAE yang kecil biasanya digunakan pada daerah dengan suhu dingin atau bersalju, seperti di negara-negara Eropa.

[Baca Juga: Patokan Ganti Oli Mesin Mobil Bukan Jarak Tempuh]

Sebagai contoh, pada kemasan oli tertulis SAE 10W – 40. Angka paling depan adalah tingkat kekentalan oli pada suhu dingin yang diikuti oleh huruf W (winter). Sedangkan angka belakang menunjukkan tingkat kekentalan oli ketika mesin dalam kondisi bekerja.

Pada umumnya, di negara bersuhu dingin, tingkat kekentalan oli yang digunakan adalah SAE 5W – 35. Sedangkan di Indonesia, oli yang sering terlihat di pasaran memiliki tingkat kekentalan dengan SAE 10W – 30 atau SAE 15W – 50.

Itulah tiga kode dalam kemasaan oli yang harus diketahui. Fungsi dan kinerjanya ternyata berbeda-beda. Jadi, jangan sampai dalam memilih oli mesin pada kendaraan kesayangan Anda.

Artikel Lainnya

/media/images/Teknik-Pengereman-Musim-Hujan.original.jpg

Teknik Pengereman yang Benar Saat Kondisi Hujan

/media/images/Tips-Merawat-Mobil-di-Musim-Hujan.original.jpg

Tips Merawat Mobil di Musim Hujan

/media/images/Pengemudi-Wanita.original.jpg

Tips Berkendara Aman Untuk Wanita

/media/images/Mesin-Renault-4.original.jpg

Tips Menjaga Performa Mesin Mobil Klasik