Renault Triber.jpg

Meluncur di GIIAS 2019, Renault Triber Masih Rahasiakan Harga

Senin, 22 Juli 2019 13:00 | Inggil Yustiar

PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) turut hadir memeriahkan acara Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2019 di BSD, Tangerang. Mereka membawa jagoan baru untuk mobil kelas LMPV yakni, Renault Triber. Produk yang digadang-gadang akan menjadi andalan MRI di pasar Indonesia.

Kemunculan Renault Triber di GIIAS 2019 sendiri bukan sebagai ajang penjualan. Namun, MRI ingin mengenalkan LMPV tersebut kepada public. Chief Operating Officer (COO) PT MRI, Davy J. Tulian mengatakan Renault Triber datang ke GIIAS 2019 untuk menyapa masyarakat Indonesia. Sementara untuk peluncuran barunya baru akan dilakukan menjelang akhir 2019 mendatang.

“Jadi kita datang kesini tujuannya untuk mengenalkan Renault Triber kedapa masyarakat Indonesia. Untuk peluncuran resminya sendiri nanti di akhir 2019 mendatang,” ujar Davy pada siaran persnya di GIIAS 2019, BSD, Tangerang Kamis (18/7).

Meski sudah resmi diperkenalkan, MRI tak kunjung mengumumkan harga Renault Triber. Davy J. Tulian, menyatakan, nantinya harga Renault Triber akan ramah kantong untuk segmen kendaraan tujuh penumpang.

Renault Triber.jpg

“Kami minta maaf, sayangnya harga resmi dari Renault Triber masih belum bisa diumumkan. Tapi yang pasti harganya akan menarik dengan mobil dikelasnya bahkan bersaing dengan LCGC,” tutur Davy.

Biarpun belum disebutkan berapa harga pasti Renual Triber banyak pihak menduga LMPV ini akan dijual di bawah Rp200 juta. Hal itu pula juga diungkapkan oleh salah satu sales yang berjaga.

“Harga Renault Triber masih off the road. Tipe paling rendah (RXE) itu Rp135 juta, yang tertinggi (RXZ) Rp155 juta,” ujar tenaga penjual yang tak ingin diungkap namanya.

Berbicara soal spesifikasi yang disematkan pada Renault Triber sudah menggunakan mesin buatan Eropa dan telah diuji kehebatannya. Biarpun hanya bermodalkan mesin 1.000 cc tiga silinder yang mana produk lain dikelasnya mayoritas menggunakan mesin 1.200 cc empat silinder.

“Jika bicara jalanan di Eropa dan Indonesia tidak sama, yaitu banyak jalan pegunungan dan berbukit, tidak juga. Eropa juga ada pegunungan Alpen yang jalannya juga pegunungan, dan berbukit-bukit,” tambah Davy.

[Baca Juga: Ini Deretan Merek Kendaraan yang Akan Mejeng di GIIAS 2019]