tranmisi-manual.jpg

MANUAL

Rabu, 30 Januari 2019 11:00 | Inggil Yustiar

Pengertian

Terdapat dua jenis transmisi pada mobil, yaitu manual dan matik. Sistem dari transmisi manual menggunakan clutch yang dioperasikan oleh pengemudi untuk mengatur perpindahan torsi dari mesin menuju transmisi. Pada sistem ini terdapat pemindah gigi yang dioperasikan dengan tangan. Umumnya, saat melakukan perpindahan gigi itu, berarti kecepatan yang dihasilkan pun akan bertambah, gigi tersebut dirangkai dalam kotak gigi/gerbox untuk beberapa kecepatan. Percepatannya pun berkisar antara 3 sampai 6 gigi percepatan maju, ditambah dengan 1 gigi mundur R.

Gigi percepatan yang digunakan pun tergantung pada kecepatan kendaraan. Saat berkendara di jalanan yang menanjak atau jalanan lurus dan percepatan rendah, maka gunakan gigi percepatan satu. Untuk membantu mengurangi percepatan pada gigi bisa pula menggunakan pengereman.

transmisi.jpg

Sejarah

Sejarah transmisi manual pertama terjadi pada tahun 1894 oleh Louis-Rene Panhard dan Emile Levassor di Prancis dengan transmisi 3 percepatan. Pada tahun 1898 pembuat mobil Louis Renault menggunakan transmisi 3 percepatan, penggantian poros penggerak dan menambahkan gardan untuk penggerak roda belakang untuk meningkatkan kinerja transmisi manual. 1928 Cadillac mengenalkan transmisi manual, sesungguhnya disini lah transmisi manual pertama tercipta. Tahun 1904 dikembangkannya transmisi automatic oleh saudara laki-laki Sturtevant di Boston di Amerika dengan dua percepatan dan terus dilakukannya pengembangannya dari tahun 1934 oleh Reo Self-Shifter.

mobil-Louis-Renault.jpg

Komponen Transmisi Manual

  1. Poros Input Transmisi (Transmission Input Salt): Komponen ini sebagai poros yang bekerja sama dengan kopling untuk memutar gigi di dalam girboks.
  2. Gigi Transmisi (Gear Transmission): Gigi transmisi berfungsi mengubah input tenaga dari mesin menjadi dari output gaya torsi sesuai dengan yang dibutuhkan kendaraan.
  3. Garpu Pemindah (Shift Fork): Komponen ini berfungsi memindahkan gigi pada porosnya, sehingga gigi akan mudah untuk dipasang atau dipindahkan.
  4. Gigi Penyesuaian (Synchcroniser): Berfungsi untuk memindahkan gigi pada saat mesin mobil sedang berkerja.
  5. Tuas Penghubung (Shift Lingkage): Merupakan batang atau tuas yang menghubungkan antara tuas persneling dengan shift fork.
  6. Tuas Pemindah Persneling (Gear Shift Lever): Tuas untuk memungkinkan pengemudi dapat memindahkan gigi transmisi berdasarkan kondisi mengemudi.
  7. Bak Transmisi (Transmission Case): Digunakan sebagai dudukan bearing transmisi serta poros-poros. Selain itu, bak transmisi juga digunakan untuk wadah penyimpanan oli transmisi.
  8. Output Shaft: Komponen berupa poros yang dapat mentransferkan torsi dari sistem transmisi ke gigi terakhir, sekaligus dudukan persneling
  9. Bantalan (Main Bearing): Berfungsi untuk mengurangi gesekan yang terjadi antara permukaan komponen yang berputar di dalam sistem transmisi.
  10. Counter Gear: Digunakan untuk menghasilkan torsi dari gigi input menuju gigi kecepatan.
  11. Reverse Gear: Mengubah arah dari putaran output shaft sehingga mobil bisa berjalan mundur.
  12. Hub Slave: Pengunci penyesuaian gigi percepatan sehingga output shaft bisa berputar dan berhenti.

Speedometer Gear: Sebagai penggerak kabel untuk mengukur kecepatan mobil yang dikendarai.

system-transmisi.jpg

Tuas Transmisi

Terdapat dua jenis transmisi manual pada mobil yakni di lantai dan setir. Untuk mobil saat ini banyak yang menggunakan transmisi lantai sebagai pengatur gigi, walaupun tidak sedikit pula mobil kekinian yang menyematkan transmisi manual pada setir. Kebanyakan mobil Amerika lah yang menggunakan transmisi pada setir.

[Baca Juga: Understeer]