Lebih-Baik-Mana-Aki-Basah-atau-Kering.jpg

Lebih Baik Mana, Aki Basah atau Kering?

Kamis, 1 November 2018 12:00 | Galih Pratama

Salah satu komponen penting dalam sebuah kendaraan, baik motor maupun mobil adalah aki (accu). Aki berfungsi untuk mengoperasikan sistem kelistrikan dan menyuplai daya listrik yang dibutuhkan kendaraan.

Aki sendiri terbagi menjadi dua jenis. Masyarakat umum mengenalnya dengan istilah aki basah dan kering. Bentuknya mirip, namun ada beberapa perbedaan yang mencolok.

Dilansir gridoto.com pada Selasa (30/10/2018), jenis aki basah berisikan cairan asam belerang (sulphuric acid) untuk merendam sel aki. Lain halnya dengan aki kering, bukan berisikan cairan asam belerang, tapi berupa cairan elektrolis atau gel. Di balik perbedaan itu, tersimpan beberapa kelebihan dan kekurangan dari kedua aki tersebut yang perlu kita ketahui.

Aki Basah

Aki-Basah.jpg

Aki basah menggunakan cairan elektrolit yang lebih cepat menguap karena panas. Ini akan berpengaruh pada volume air aki. Untuk itu, khusus aki basah memerlukan perawatan yang rutin. Terutama bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi, diperlukan perhatian ekstra.

Untuk mengetahui volume aki, wadah aki basah bentuknya transparan. Dalam wadah atau casing tersebut terdapat garis penanda batas maksimum dan minimum air aki. Penanda inilah yang menjadi patokan Anda, apakah air aki tersebut membutuhkan air aki isi ulang atau tidak.

[Baca Juga: Berbagai Aki yang Harus Anda Kenali]

Idealnya, setiap satu atau dua bulan sekali, Anda harus mengecek air aki basah di dalam mesin mobil. Jika lama tak diperiksa dan diisi ulang, diyakini sel aki akan cepat rusak. Untuk mengatasi aki basah yang bermasalah, ada cara mudah untuk mengatasi atau memperbaikinya.

Hal pertama yang Anda lakukakan adalah menguras air aki hingga bersih. Setelah itu, cuci hingga endapannya habis dan keringkan. Setelah kering, isi kembali dengan air aki dan setrum aki selama satu jam. Setelah itu, barulah aki dipasang kembali ke mobil.

Aki Kering

Aki-Kering.jpg

dDilansir dari tribun.com, secara fisik perbedaan aki kering dengan aki basah bisa dilihat dari casing aki yang berwarna gelap. Aki kering juga tidak memiliki lubang-lubang untuk mengisi air aki. Namun menggunakan gel sebagai penggantinya.

Hasilnya, tingkat penguapan sangat minim dan gel tetap tertampung di dalam wadah pada saat menguap, sehingga volumenya tetap terjaga. Tak heran bila aki kering bisa dibilang bebas dari perawatan atau memerlukan perhatian khusus. Karena tak membutuhkan penambahan cairan khusus seperti aki basah. Namun dari segi harga, biasanya aki kering lebih mahal jika dibandingkan dengan harga aki basah.

[Baca Juga: Cara Mudah Merawat Aki Mobil Tetap Awet]

Dilihat dari sisi daya tahan atau usia pemakaian aki, baik aki basah maupun kering tak jauh berbeda. Kisaran daya tahannya sekitar 1,5 – 2 tahun untuk pemakaian normal sehari-hari. Sementara bagi Anda ingin membeli aki, ada baiknya mengecek tanggal produksi aki, khususnya aki kering. Pasalnya, umur aki akan berkurang jika aki tersebut lama berada di toko. Misalnya enam bulan aki berada di toko, otomatis umur aki yang Anda beli juga akan berkurang.

Lain halnya dengan aki basah. Aki jenis ini relatif tak berpengaruh pada umur pakai. Karena cairan baru dimasukkan pada saat aki hendak digunakan. Terakhir, pastikan Anda mendapatkan garansi saat membeli aki.