Suzuki Jimny.jpg

Lahir Sejak 1979, Begini Penampakan Suzuki Jimny Dari Masa ke Masa

Senin, 22 Juli 2019 12:00 | Galih Pratama

Salah satu kehadiran mobil baru yang paling ditunggu di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di BSD City adalah Suzuki Jimny. Dari masa ke masa, Suzuki Jimny memang selalu menjadi kendaraan yang memikat hati masyarakat Tanah Air. Terbukti, setiap seri yang diluncurkan selalu laris terjual.

“Kita tahu bahwa Jimny punya kenangan yang begitu melekat di konsumen sejak 1979. Terbukti dengan membukukan penjualan sebanyak 130.334 unit sejak tahun 1979 hingga saat ini. Setiap seri Jimny yang diluncurkan di Indonesia selalu membangkitkan kembali memori yang begitu historis dan fenomenal terhadap mobil legendaris ini. Sebagai bentuk apresiasi kami terhadap pecinta Jimny di Indonesia, di GIIAS 2019 kami meluncurkan Jimny generasi keempat,” kata Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Suzuki Jimny.jpg

Seperti diketahui, Jimny generasi pertama, yaitu seri LJ80, rilis di Indonesia pada tahun 1979. Saat itu Jimny LJ80 yang lebih akrab disebut “Jimny Jangkrik” dirakit langsung di Indonesia dengan kapasitas mesin 800 cc. Kehadiran mobil off-road 4x4 ini mendulang sukses dan menjadi salah satu mobil ikonik di Indonesia.

[Baca Juga: Suzuki Jimny Terbaru Rilis di GIIAS 2019, Segini Harganya]

Jimny Jangkrik juga memiliki model turunan yang diproduksi hingga tahun 1981, yaitu LJ-80V dan LJ-80Q dengan pintu yang terbuat dari bahan metal.

Memasuki generasi kedua di tahun 1982, Suzuki merilis Jimny SJ410 yang dipasarkan dengan nama Katana. Hadir dengan mesin sebesar 1.000 cc, Jimny yang pada awalnya berpenggerak empat roda (4WD), melakukan penyegaran sebagai mobil berpenggerak 4x2.

Meski begitu, hadirnya Katana kembali berhasil membawa Jimny menuju puncak popularitas pada masanya karena memiliki bodi kompak, mudah dimodifikasi, lincah saat bermanuver dan tangguh berpetualang sehingga menarik banyak peminat.

Suzuki Jimny 3.jpg

Katana bukan satu-satunya seri Jimny yang dirilis selama generasi kedua. Jimny generasi kedua juga hadir dengan versi long wheelbase yang mendapat julukan “Jimny Long”. Kemampuannya menjelajah menjadikan mobil ini sebagai kendaraan yang dapat digunakan bahkan oleh masyarakat di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Masih dalam Jimny generasi kedua, pada tahun 2004 Suzuki meluncurkan Jimny SJ413 atau Carribian dengan model yang paling berbeda, Jimny ini memiliki sebuah extra-cab dan menyerupai pick-up dengan kapasitas mesin 1.300 cc.

Sementara pada ajang GIIAS 2017 menjadi peluncuran generasi ketiga Jimny di Indonesia, Jimny JB33 yang juga dikenal sebagai Jimny Wide ini hadir secara eksklusif dengan desain tak bersudut namun tetap menampilkan kesan Jimny yang ikonik dan jantan.

[Baca Juga: All New Honda Accord Bermesin Turbo Melantai di GIIAS 2019]

Selain itu, Jimny generasi ketiga ini dibekali mesin berkapasitas 1.300 cc, lengkap dengan penggerak All-Wheel Drive (AWD). Penjualan Jimny Wide di Indonesia terasa lebih eksklusif dengan jumlah hanya 88 unit dan harga OTR Rp285 juta.

Suzuki Jimny.jpg

Pada ajang GIIAS 2019 yang berlangsung pada 18 - 28 Juli 2019 di ICE BSD City, PT SIS secara resmi merilis Suzuki Jimny generasi keempat. Peluncuran ini ini sebagai bentuk apresiasi para penggemar Jimny di Tanah Air.

“Untuk mengapresiasi para penggemar Jimny di Indonesia, kami meluncurkan Jimny generasi keempat yang menghadirkan fitur-fitur modern dan performa berkualitas tapi tetap mewariskan keistimewaan identitas Jimny sebagai mobil offroad,” kata Seiji Itayama, President Director PT SIS.

Suzuki Jimny terbaru dibekali mesin K15B yang ringan yang mampu menyemburkan tenaga 102/600 rpm dan torsi 130/4000 rpm. Dengan dapur pacu tersebut, mobil ini mampu berakselerasi dengan lincah dan menawarkan kemampuan offroad mutakhir untuk menghadapi, serta mengeksplorasi tantangan dengan mode berkendara 2H, 4H dan 4L.

Suzuki membanderol Jimny generasi terbaru ini mulai dari harga Rp315,5 juta untuk varian single tone MT. Sedangkan untuk varian two tone MT dilego Rp317,5 juta. Ada juga varian single tone AT Rp328 juta dan terakhir Rp330 juta untuk varian two tone AT.

Artikel Lainnya

/media/images/fiona-1.original.jpg

FIFGROUP Hadirkan Fiona Sebagai Kanal Digital Baru

/media/images/yaris-gr4-4.original.jpg

Sosok Toyota GR Yaris Mulai Terkuak