Konverter-Katalitik.jpg

Konverter Katalitik

Selasa, 29 Januari 2019 14:00 | Galih Pratama

Konverter katalitik adalah alat pengendali emisi buangan yang mengubah gas dan polutan beracun pada gas buangan, menjadi polutan yang tak terlalu bahaya dengan cara mengatalis reaksi oksidasi dan reduksi.

Konverter katalitik berupa katalisator yang dipasang di salah satu ruang saluran buang. Fungsinya adalah menyaring hidrokarbon atau bensin yang belum atau tidak terbakar, dan polutan lain yang dihasilkan oleh mesin. Konverter katalitik digunakan dalam mesin pembakaran internal, baik mesin berbahan bakar bensin atau diesel.

Sejarah

Dilansir dari wikipedia.org, Konverter katalitik pertama kali diperkenalkan dan digunakan secara luas di pasar otomotif Amerika Serikat, di mana kendaraan berbahan bakar minyak keluaran 1975 harus dilengkapi dengan alat ini. Konverter katalitik yang digunakan saat itu masih sederhana, yakni dua arah yang menggabungkan oksigen dan karbondioksida. Selanjutnya pada tahun 1981, konverter katalitik dua arah dikembangkan menjadi konverter tiga arah yang fungsinya untuk mengurangi oksida nitrogen.

Cara Kerja

Konverter-Katalitik-2.jpg

Katalisator konverter katalitik bentuknya seperti saringan yang terbuat dari logam platinum atau palladium yang disatukan melalui blok keramik. Saat gas buang menyentuh logam (katalisator), reaksi kimia terjadi berupa penghilangan beberapa kandungan atau senyawa yang berbahaya seperti hidrokarbon. Hasilnya, gas buang yang keluar dari knalpot bisa lebih bersih.

[Baca Juga: Blok Silinder]

Logam sebagai bahan dasar konverter katalitik yang digunakan sebagai katalisator sifatnya tidak akan berubah. Hanya saja, umur pakai logam yang digunakan akan mengalami degradasi atau penurunan kemampuan. Konverter katalitik harus diganti jika mobil telah melakukan perjalanan lebih dari 100.000 kilometer (km) atau 120.000 km.

Referensi : kompas.com, teknik-otomotif.com