Tabrakan Beruntun.jpg

Komunitas BMW Alami Tabrakan Beruntun, Simak Aturan Konvoi yang Benar

Senin, 2 Maret 2020 16:00 | Galih Pratama

OTONEWS - Kecelakaan beruntun bisa saja terjadi di mana saja. Saat melakukan konvoi di jalan tol pun bisa saja terjadi kecelakaan beruntun. Buktinya, baru-baru ini video kecelakaan beruntun menimpa rombongan anggota sebuah komunitas mobil BMW saat melintas di jalan tol.

Dalam video yang di-posting dalam akun @b_channel_indonesia, kemarin, kecelakaan tersebut menyebabkan mobil mengalami tabrak belakang karena tak mampu melakukan pegereman atau menghindar dengan mobil di depannya. Padahal, pada situasi tersebut semua pengendara sedang melaju dalam kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Agar terhindar dari kejadian tersebut, sebenarnya aturan konvoi yang benar seperti apa?

Dijelaskan Training Direction Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu, hal yang pertama yang harus menjadi perhatian sebelum melakukan konvoi adalah setiap member atau anggota komunitas harus mengutamakan keamanan dan kenyamanan saat berkendara.

“Faktor ini tak hanya memprioritaskan member komunitas saja, tapi bagi pengendara lainnya di jalan. Makanya, sebelum konvoi seluruh member harus paham dulu aturan konvoi,” kata Jusri saat dihubungi Otopedia lewat sambungan telepon, Senin (2/3/2020).

Untuk itu, lanjut Jusri, setiap member komunitas harus menaati peraturan lalu lintas yang ada. Seperti jangan melakukan kebut-kebutan, arogansi berkendara, dan terpenting adalah menjaga jarak. Menurutnya, jarak ideal pengendara saat konvoi adalah 3 hingga 4 detik.

“Patut diduga, kecelakaan yang menimpa komunitas BMW itu karena terlalu dekat. Jaga jarak aman sangat penting. Ingat juga, jaga jarak itu dihitung dengan detik, bukan diukur meter,” jelas Jusri.

[Baca Juga: Hindari Kecelakaan Beruntun, Perhatikan Jaga Jarak Aman]

Menurut Jusri, dengan jarak 3 hingga 4 detik, pengendara di belakang setidaknya bisa melakukan persepsi, analisa, dan melakukan reaksi jika ada hal yang menimbulkan potensi kecelakaan seperti tabrakan beruntun. “Tiga detik cukup ideal untuk melakukan tiga hal tersebut,” katanya.

Untuk mengatur ritme perjalanan konvoi, kata Jusri memang dibutuhkan road captain. Dia bertanggung jawab mengatur tata tertib dan keamanan konvoi selama perjalanan. Road captain bekerja tak sendiri, setidaknya ada bantuan dari officer, safety officer, sweeper dan lainnya saat melakukan konvoi.

Road captain bertindak sebagai pemimpin konvoi perjalanan. Dia yang tau kapan istirahat, isi bensin, dan mengontrol ritme kecepatan mobil. Untuk itu, dibutuhkan road captain yang berpengalaman,” ujarnya.

Dikawal Kepolisian

Dalam Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) ayat 7, “Konvoi atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia”.

“Pengawalan kepolisian sangat penting. Petugas memungkinkan melakukan rekayasa lalu lintas agar konvoi lebih aman dan nyaman. Hanya petugas yang memiliki diskresi itu. Keputusan yang diambil tentunya sesuai koridor,” ungkap Jusri.

[Baca Juga: Tips Berkendara Aman Untuk Wanita]

Oleh karenanya, alangkah baiknya sebelum melakukan konvoi melapor atau berkoordinasi dengan pihak kepolisian. “Akan jauh lebih baik dikawal polisi. Tapi tetap, pengendara konvoi harus memahami aturan konvoi yang selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamaan berkendara,” tutup Jusri.