Jumper.jpg

Jumper

Selasa, 29 Januari 2019 13:00 | Galih Pratama

Jumper dalam istilah otomotif merupakan sebuah set kabel elektrik berisolasi yang digunakan untuk menyalakan mesin mobil dengan menggunakan power unit seperti aki eksternal. Kabel tersebut disambungkan ke terminal positif dan terminal negatif aki. Untuk memberikan sambungan yang mengikat, ujung-ujung kabel dilengkapi dengan jepitan untuk menjepit masing-masing terminal aki.

Jumper berfungsi membantu mobil yang memiliki kendala aki tekor atau rusak untuk menghidupkan mesin dengan cara bantuan tenaga listrik dari aki mobil lain. Aki yang dijadikan pen-jumper minimal harus memiliki kapasitas dengan aki yang tekor. Jika aki yang tekor memiliki kapasitas 40 AH, maka aki pen-jumper minimal harus memiliki aki dengan kapasitas sama.

[Baca Juga: Berbagai Aki yang Harus Anda Kenali]

Jumper-2.jpg

Untuk melakukan jumper pada aki mobil caranya tak bisa dilakukan sembarangan. Ada langkah-langkah khusus yang diperhatikan.

  1. Pastikan sumber listrik mobil lain sesuai dengan kapasitas mobil yang akan di-jumper. Mobil yang akan menjadi pen-jumper harus memiliki tegangan aki kurang dari 12 volt.
  2. Hal lain yang harus diperhatikan adalah ketebalan kabel jumper. Ketebalan kabel sangat berpengaruh terhadap sumber daya listrik yang akan disalurkan ke mobil yang akan di-jumper. Mengingat daya aliran arus listrik yang akan disalurkan cukup besar.

[Baca Juga: Kondensor]

Urutan Men-jumper

  1. Jepitkan klem kabel jumper merah ke kutub positif mobil donor atau pen-jumper, hubungkan dengan kutub positif mobil penerima jumper. Anda harus pastikan jepitan kuat dan stabil.
  2. Jepitkan klem kabel jumper hitam pada kutub negatif, dimulai dari mobil penerima jumper lalu dilanjutkan ke mobil pen-jumper. Pastikan jepitannya kuat dan stabil.
  3. Start mobil pen-jumper, biarkan beberapa saat agar arus mengalir ke aki mobil penerima jumper.
  4. Lalu coba start mobil penerima jumper.

Referensi : teknik-otomotif.com