Formula E.jpg

Jadi Tuan Rumah Formula E, DKI Jakarta Setor Rp345,9 Miliar

Rabu, 14 Agustus 2019 17:00 | Galih Pratama

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan memastikan bahwa tahun depan Jakarta akan menjadi tuan rumah Formula E. Untuk menggelar ajang balap mobil listrik tersebut, DKI Jakarta dikabarkan harus menyetor sekira 20 juta poundsterling atau setara dengan Rp345,9 miliar kepada Federasi Otomotif Internasional (FIA) Formula E.

“Jumlahnya sekitar 20 juta poundsterling. Untuk menggelar Formula E butuh 24,1 juta dollar AS," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat seperti dikutip tribunnews.com, Rabu (14/8/2019).

Diakui Anies, setiap event besar memang butuh atau mengeluarkan biaya penyelenggaraan. Ini menjadi wajar, apalagi ajang balap mobil listrik yang akan digelar ini bertaraf internasional.

“Indonesia menyelenggarakan Asian Games juga mengeluarkan biaya. Anda selenggarakan GP Anda menyelenggarakan F1, apakah Anda jadi tuan rumah Piala Dunia, ada komitmen atau biaya yang harus dikeluarkan oleh penyelenggara," lanjutnya.

[Baca Juga: Pemerintah Targetkan 400 Ribu Mobil Listrik Tahun 2025]

Mengenai sumber dana, diketahui saat ini hanya diusulkan bersumber dari APBD DKI Jakarta. Namun, belum ada kepastian lebih lanjut, apakah pemerintah pusat memberikan dana ataupun tidak. Meski begitu, Anies optimistis perhelatan mobil balap Formula E ini akan disetujui oleh DPRD DKI Jakarta.

“Insya Allah jadi, tapi waktu persisnya saya hanya bisa umumkan ketika bersama dengan pihak FIA. Kajiannya pum sudah selesai dan Insya Allah disetujui,” katanya.

Didukung Jokowi

Penyelenggaraan Formula E juga mendapatkan dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Anies telah menemui dan memberikan kabar perihal kegiatan tersebut kepada orang nomor satu di Indonesia itu.

“Betul saya bertemu dengan Pak Presiden, melaporkan tentang rencana penyelenggaraan Formula E dan beliau memberikan dukungan karena penting sekali untuk Indonesia. Dalam istilah beliau, ada faedah tangible dan ada faedah yang non-tangible,” kata Anies seperti dilansir tempo.co.id.

Ajang ini secara tidak langsung akan lebih terekspose oleh dunia luar. Bahkan, Anies yakin lewat Formula E mampu menggerakkan perkonomian di Indonesia, khususnya Jakarta.

[Baca Juga: Listrik Sering Padam, Sudah Siapkah Indonesia Pakai Mobil Listrik?]

“Meskipun penyelenggara mengeluarkan biaya, tapi pergerakan perekonomian dalam proyeksi konservatif diperkirakan Rp1,2 triliun,” tambah Anies.

Sekadar informasi, Formula E atau nama resminya FIA Formula E Championship, adalah balap mobil kursi tunggal yang menggunakan energi listrik. Kejuaraan ini digagas pada 2012, dan musim perdananya dimulai di Beijing pada September 2014. Sementara pada 2020, rencananya Jakarta akan menjadi tuan rumah ajang balap mobil listrik ini.

Artikel Lainnya

/media/images/Toyota-Calya.original.jpg

Ragam Promo Mobil Toyota Baru Jelang Akhir Tahun