VW Kodok Listrik.jpg

Ini Wujud VW Kodok Bertenaga Listrik Pertama di Indonesia

Kamis, 5 September 2019 16:00 | Galih Pratama

OTONEWS - Beragam kendaraan listrik, mobil maupun motor unjuk gigi di ajang Indonesia Electric Motor Show 2019 di Balai Kartini. Tak hanya varian produk baru, dalam pameran kendaraan listrik pertama di Indonesia ini juga hadir mobil klasik yang disulap menjadi kendaraan listrik.

Di salah satu stand pameran IEMS 2019, terdapat mobil Volkswagen Beetle berkelir kuning yang cukup menyita perhatian pengunjung. Pasalnya, mobil yang dikenal dengan VW kodok ini menjelma menjadi mobil listrik. Combusition engine mobil ini sudah diganti dengan motor elektrik.

“Ini sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah salah satunya dengan menekan polusi udara. Karena kita sadari pada 2040 combusition engine itu akan musnah. Bensin pada masa akan datang tentunya akan sulit kita temukan,”ungkap Rudi Susanto Rahardjo selaku pemilik VW Kodok listrik, Rabu (5/9/2019).

Motor Listrik VW.jpg

[Baca Juga: Pertama di Indonesia, Ragam Kendaraan Listrik Unjuk Gigi di IEMS 2019]

Proses penggantian mesin VW Kodok listrik tahun 1973 ini membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Hal pertama yang dilakukan adalah menurunkan atau mengganti combusition engine orisinil dengan motor listrik. “Combusition engine diturunkan. Lalu, dipasang elektrik motor, pasang adaptor, dudukan dan monting harus sama,” jelas Rudi.

Untuk baterai listrik, kata Rudi, kapasitasnya mencapai 20 kWh. Dengan kapasitas tersebut, mobil klasik ini mampu menempuh jarak hingga 150 kilometer (km) dengan kecepatan mencapai di atas 100 km/jam. “Kecepatan sih sebenarnya bisa diatur dengan limited program. Ya, kalau perkiraan mobil ini bisa di atas 100 km/jam,” jelas Rudi.

Baterai VW Kodok.jpg

Dari sisi transmisi, menurut Rudi, tak ada perubahan signifikan. Justru, dia menilai pengoperasian transmisi mobil VW listrik ini jauh lebih mudah. “Transmisi orisinil masih dipertahankan. Tapi, sekarang jauh lebih mudah. Kalau berhenti, tak perlu lagi injak kopling. Cukup rem saja sudah bisa,” katanya.

[Baca Juga: Pemilik Kendaraan Listrik dapat Diskon Tarif PLN, Simak Syaratnya]

Sementara biaya operasional dihabiskan dalam membangun mobil ini memang tak sedikit. Rudi mengaku merogoh kocek sekira Rp500 juta – Rp1 miliar untuk memodifikasi mobil VW listrik ini. “Ya di kisaran 500 sampai 1 M. Komponen yang mahal itu baterai. Karena memang produk dari luar,” ujarnya.

Interior VW Kodok.jpg

Di sisi lain, adanya mobil VW listrik ini Rudi berharap mobil-mobil kuno ke depannya tetap eksis meski di dalam pusaran kendaraan listrik di Tanah Air. “Intinya, kami menolak punah. Caranya ya harus memodifikasi dengan motor listrik,” tutupnya.