Ilustrasi proses mutasi kendaraan.jpg

Ini Syarat dan Tips Mutasi Kendaraan Bermotor

Rabu, 19 Juni 2019 16:00 | Galih Pratama

Berpindah domisili mewajibkan pemilik kendaraan bermotor registrasi ulang sesuai dengan daerah tinggal yang baru. Atau disebut juga dengan mutasi kendaraan. Proses mutasi ini memang memakan waktu yang cukup lama dan identik dengan kata ribet.

Padahal, jika mengetahui cara dan prosesnya, mengurus mutasi kendaraan mungkin tidak serumit yang dipikirkan. Ada sejumlah syarat dan langkah yang harus diperhatikan untuk mengurus mutasi kendaraan. Apa saja syarat dan langkah-langkahnya?

Siapkan Berkas Kendaraan

Dilansir cermati.com, Rabu (19/6/2019), sebelum berangkat menuju kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), pastikan semua berkas yang hendak diurus sudah lengkap. Berkas tersebut terdiri dari STNK asli dan salinannya, BPKB asli dan salinannya, KTP dari daerah yang akan dituju (daerah baru) dan salinannya, serta kuitansi pembelian motor bermaterai Rp6.000 dan salinannya.

Sementara jika dilakukan badan hukum, harus ditambahkan salinan akte pendirian, keterangan domisili, surat kuasa bermaterai Rp6.000 dan ditandatangani pimpinan serta berstempel asli badan hukum yang bersangkutan.

Cek Fisik Kendaraan

Setelah berkas lengkap, tahap selanjutnya adalah melakukan cek fisik kendaraan di daerah asal. Petugas akan menggesek nomor rangka dan mesin kendaraan. Hasil dari gesek nomor itu diserahkan ke loket bersama dengan berkas-berkas kendaraan.

Petugas akan memeriksa kelengkapan dan keaslian berkas kendaraan, serta melegalisir semua berkas tersebut.

Menuju Pelayanan Mutasi Kendaraan

Setelah berkas sudah dilegalisir, tahap kedua adalah melanjutkan proses ke bagian pelayanan mutasi kendaraan. Lalu, isi formulir mutasi sekaligus balik nama. Bila sudah selesai, serahkan formulir tersebut beserta berkas yang sudah dilegalisir sebelumnya, seperti BPKB, STNK, dan KTP (masing-masing dua rangkap).

Petugas akan kembali memeriksa berkas-berkas serta kelengkapan dokumen kendaraan. Jika sudah selesai, nama Anda akan dipanggil untuk membayar sejumlah biaya yang ditentukan. Setelah membayar, bawa tanda terima pembayaran untuk pengambilan berkas.

Proses pengambilan berkas kembali kendaraan biasanya memakan waktu sekitar 5 hari. Namun jangan khawatir, kendaraan Anda tetap bisa digunakan selama berkas tersebut masih di tangan petugas, karena akan mendapatkan surat jalan sementara.

Lapor ke Samsat Daerah Tujuan

Setelah sudah bisa diambil, datangi Samsat daerah tujuan mutasi. Serahkan semua berkas yang sudah dicabut dari Samsat daerah asal kepada petugas Samsat di daerah tujuan mutasi kendaraan Anda.

Cek Fisik Kembali

Lalu, kendaraan yang dimutasi wajib melakukan cek fisik kembali untuk memastikan keaslian nomor rangka dan mesin yang sudah dicek di Samsat daerah asal. Tahap selanjutnya adalah kembali ke loket mutasi untuk menyerahkan semua berkas kendaraan.

Proses selesai, Anda tinggal menunggu STNK dan pelat nomor yang baru dalam waktu tertentu untuk menjalani proses selanjutnya, yakni pembuatan BPKB baru.

Ambil STNK

Pada tanggal yang sudah ditentukan, Anda kembali datangi Samsat untuk mengambil STNK kendaraan Anda. Lalu, siapkan sejumlah dana untuk membayar pajak kendaraan yang tertera dalam kolom STNK.

Besaran pajak kendaraan yang harus dibayar sudah ditentukan nilainya oleh pihak yang berwenang. Jadi, sebaiknya siapkan uang lebih untuk biaya cabut berkas kendaraan Anda.

Biaya-biaya yang harus dibayarkan saat balik nama dan mutasi adalah BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor), PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan), serta biaya administrasi. Anda juga akan dikenakan biaya untuk pembuatan BPKB kendaraan.

Membuat BPKB Baru

Proses terakhir adalah mengurus pembuatan BPKB baru. Berkas-berkas yang diperlukan untuk membuat BPKB baru, yakni fotokopi STNK baru, BPKB, KTP, legalisir cek fisik, kuitansi pembelian kendaraan bermotor, dan BPKB asli.

Serahkan semua berkas tersebut ke bagian Ditlantas Polda di daerah tujuan. Kemudian, lakukan pembayaran di counter bank yang sudah ditunjuk oleh petugas. Lalu, ambil tanda pelunasan pembayaran dari bank tersebut. Jangan lupa, ambil juga tanda terima untuk pengambilan BPKB di Ditlantas Polda.

Sesuai dengan PP No. 50 Tahun 2010 tentang PNBP Polri, biaya penerbitan BPKB adalah sebagai berikut:

Kendaraan bermotor roda dua dan tiga:

Baru per penerbitan Rp80 ribu

Ganti kepemilikan per penerbitan Rp80 ribu

Kendaraan bermotor roda empat atau lebih:

Baru per penerbitan Rp100 ribu

Ganti kepemilikan per penerbitan Rp100 ribu

Lalu, tunggu BPKB baru kendaraan Anda jadi dalam waktu yang ditentukan petugas. Anda akan diberikan tanggal pengambilan BPKB oleh petugas. Jika sudah jadi, ambil BPKB kendaraan Anda di Polda daerah asal dan proses mutasi selesai.

Prosesnya memang cukup panjang. Meski begitu Anda bisa memantau sendiri sejauh mana proses mutasi sudah dilakukan. Selain itu, biayanya pun lebih murah jika dibanding Anda menyerahkan ke biro jasa.