Ilustrasi mobil transmisi matik.jpg

Ini Perbedaan Mobil Transmisi Otomatis Konvensial dan CVT

Selasa, 18 Juni 2019 16:00 | Galih Pratama

Tak bisa dipungkiri, kini masyarakat Indonesia lebih memilih mobil dengan transmisi matik atau otomatis dibanding dengan manual. Alasannya, mobil matik mudah dikendarai bahkan bagi pengemudi pemula. Tapi, sampai saat ini masih banyak pemilik mobil yang bingung membedakan antara transmisi konvensional dan continuous variable transmission (CVT). Lalu, apa perbedaannya?

Diketahui, ada dua jenis transmisi otomatis yang populer di Tanah Air, yakni konvensional dan CVT. Meski sama-sama bertransmisi otomatis, tipe konvensional dan CVT memiliki sejumlah perbedaan dasar. Kali ini, Otopedia akan mengulas perbedaan kedua transmisi otomatis tersebut. Simak ulasannya di bawah ini:

Transmisi Otomatis Konvensional

Melansir auto2000.co.id, Selasa (18/6/2019), sejatinya sistem transmisi versi otomatis memiliki cara kerja yang ditunjang dengan planetary gear seat setiap perpindahan gigi yang dilakukan pengemudi.

Pada saat melakukan perpindahan gigi, transmisi otomatis konvensional menggunakan torque converter yang berguna sebagai pengganti perangkat kopling mobil pada transmisi manual.

[Baca Juga: Begini Teknik Berkendara Mobil Manual saat Macet di Tanjakan]

Torque converter bekerja dengan memanfaatkan tekanan oli dari valve body yang menggerakkan input shaft dari transmisi yang berguna untuk menggerakkan mobil.

Mobil yang menggunakan transmisi matik konvensional memiliki sistem empat percepatan atau 4-speed. Pilihan percepatannya terdiri dari gigi 1, 2, 3, 4, dan gigi mundur.

Kelebihan transmisi matik konvensional bisa dilihat dari performa akselerasi yang lebih bagus dengan sistem transmisi matik lainnya seperti CVT. Dari segi perawatan, biayanya pun diklaim lebih murah. Hanya saja, kelemahannya terletak pada hentakan perpindahan gigi yang masih terasa.

Di Indonesia, ada sejumlah brand mobil yang mengandalkan transmisi otomatis konvensional. Di antaranya adalah Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner, dan Suzuki Ertiga.

Transmisi Otomatis CVT

Dibanding dengan konvesional, transmisi CVT tentunya memiliki teknologi yang lebih modern. Proses perpindahan gigi pada transmisi CVT dihasilkan dari perubahan diameter sepasang puli atau dikenal dengan drive dan driven pulley yang mengikuti putaran mesin mobil.

Tiap puli pada transmisi CVT bekerja dengan didorong oleh sistem pompa fluida. Ini yang membuat beban kerja mesin jauh lebih ringan, Dengan begitu, transmisi CVT pun diklaim punya sensasi perpindahan level kecepatan yang lebih smooth dan nyaman.

Selain itu, transmisi otomatis CVT juga diklaim lebih irit bahan bakar dibanding otomatis konvensional. Ini dikarenakan RPM mobil yang cenderung jarang tinggi.

[Baca Juga: 4 Tips Merawat Mobil Matik]

Ada sejumlah contoh mobil dengan transmisi CVT di Tanah Air, semisal Toyota Prius Hybrid, Honda Mobilio dan All New Camry. Sebagian besarmobil hybrid juga telah menggunakan transmisi CVT, karena lebih halus dan irit bahan bakar.

Demikian perbedaan mobil transmisi matik konvensional dan CVT. Meski sama-sama otomatis, kedua sistem tersebut punya perbedaan mendasar. Ini menjadi hal mendasar yang perlu diketahui bagi Anda yang ingin membeli mobil bertransmisi matik.