Mesin Turbo.jpg

Ingin Pasang Turbo? Simak Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

Kamis, 23 Januari 2020 11:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Memiliki mobil dengan kecepatan yang tinggi tentunya menjadi impian sebagian pencinta otomotif. Tak heran, bila mereka rela memodifikasi mesin mobil kesayangannya untuk mendapatkan performa yang diinginkan. Salah satu modifikasi mesin yang paling banyak ditempuh adalah dengan memasang turbo.

Ya, perangkat turbo mampu memberikan daya tambahan pada kendaraan tanpa meningkatkan bobot kendaraan secara signifikan. Perangkat turbo bertugas untuk memaksa lebih banyak lagi asupan udara ke dalam silinder mesin yang bisa dicampur dengan bahan bakar sehingga menghasilkan tenaga lebih.

Ketika bahan bakar dalam mesin terbakar, gas buang dipaksa keluar dari mesin pada tekanan tinggi. Selanjutnya, gas buang tersebut memutar turbin. Turbin ini berputar pada kecepatan yang sangat tinggi. Ini menyebabkan aliran udara lebih banyak masuk ke dalam mesin daripada mesin non-turbo.

[Baca Juga: Awas, Jangan Salah Pilih Oli Mesin Mobil]

Selain mendapatkan tenaga yang lebih besar, ternyata pemasangan turbo juga memiliki keuntungan lain. Salah satunya adalah efisiensi bahan bakar. Mesin turbo bisa menghasilkan tenaga yang sama dengan mesin non-turbo, namun dengan tenaga yang sama tersebut, bahan bakar yang digunakan justru lebih sedikit.

Tak hanya itu, turbo juga bisa membuat kinerja mesin lebih senyap. Karena turbo bisa meredam suara dari intake mesin.

Di balik kelebihan tersebut, pemasangan turbo pada mesin standar juga punya kekurangan. Ini bisa dilihat dari karakteristik alami turbo, yakni adanya jeda respons atau dikenal sebagai turbo lag.

Kipas turbin yang digunakan untuk memompa udara ke ruang bakar, digerakkan oleh gas buang yang debitnya tidak stabil. Jika Anda menginjak pedal gas, debit gas buang akan kencang. Sebaliknya, jika kita menutup pedal gas atau berjalan pada putaran mesin rendah, debit gas buang akan rendah pula.

Pada saat berkendara pada kecepatan rendah, debit gas buang yang dihasilkan mesin akan sedikit. Ini berefek pada putaran kipas turbin yang pelan. Apabila tiba-tiba menginjak gas untuk membangun kecepatan, mesin butuh waktu untuk menghasilkan debit gas buang yang banyak. Pun demikian dengan kipas turbin yang membutuhkan jeda waktu untuk berputar agar lebih kencang dan memberikan tekanan udara ke ruang bakar.

[Baca Juga: Begini Cara Panaskan Mesin Mobil yang Benar]

Nah, jeda waktu yang dibutuhkan antara kita menginjak gas hingga mesin mulai merespons dengan memberikan tenaga tambahan itulah yang dinamakan turbo lag. Bahan bakarnya yang digunakan pun sangat dianjurkan memiliki Research Octane Number (RON) 91 ke atas, dan perawatan mesin jangan sampai terlewatkan.