Mobil Taksi Listrik.jpg

Ingin Naik Taksi Listrik Blue Bird, Ini Rincian Tarifnya

Rabu, 24 April 2019 15:00 | Galih Pratama

PT Blue Bird Group secara resmi telah meluncurkan armada taksi dengan teknologi mobil listrik untuk layanan taksi regular dan Silverbird. Armada yang digunakan adalah mobil merek Tesla Model X 75d A/T dan BYD e6 A/T. Lantas, berapa biaya untuk mendapatkan layanan taksi listrik bernama e-Taxi ini?

Dikatakan Direktur Blue Bird Adrianto Djokoseotono, tarif yang dipatok untuk layanan taksi mobil listrik ini masih sama seperti dengan layanan taksi berbahan bakar bensin. “Tetap sama dengan yang lainnya,” kata Adrianto seperti dilansir dari tempo.co, Selasa (23/4/2019).

Dia merinci, tarif untuk layanan regular adalah Rp4.100 per kilometer, ditambah dengan tarif buka pintu Rp6.500. Sedangkan untuk layanan Silverbird, untuk tarif buka pintu berkisar Rp13.000 – Rp17.000, ditambah Rp7.000-9.000 per kilometer.

[Baca Juga: Resmi, Blue Bird Sediakan Layanan Taksi Listrik Pertama di Indonesia]

Ketika ditanya mengenai alasan kesamaan tarif antara taksi berbahan bakar bensin dan listrik, Adrianto menjelaskan bahwa salah satu alasannya adalah dikarenakan harga mobil listrik yang didapat lebih murah. "Meskipun charge listrik lebih murah dari pada BBM, tapi charging (station) ini juga harus investasi," ujarnya.

Saat ini, sarana isi ulang mobil listrik memang belum layak. Meski begitu, Blue Bird telah menyediakan pos-pos pengisian bahan bakar di kantor pusatnya yang berada di Mampang. Mereka menyediakan teknologi pengecasan cepat dengan daya 40 kV per 25 menit.

Diketahui, Blue Bird saat ini menyediakan 30 unit taksi listrik yang terdiri dari 25 unit BYD e6 sebagai taksi regular dan 5 unit Tesla Model X sebagai Silverbird. Hingga 2020, mereka berencana mendatangkan 200 mobil listrik. “Untuk tahap pertama, kami mendatangkan 30 unit taksi listrik,” ungkap Adrianto.

[Baca Juga: Pemerintah Targetkan 400 Ribu Mobil Listrik Tahun 2025]

Untuk mengembangkan layanan e-Taxi, Blue Bird telah menggelontorkan investasi sebesar Rp40 miliar untuk pengadaan mobil dan infrastrukturnya. Diharapkan, pada Mei 2019 layanan ini akan beroperasi, sehingga masyarakat di Jakarta khususnya, bisa merasakan sensasi naik taksi dengan mobil bermesin listrik.