Truk ODOL.jpg

Indonesia Belum Memiliki Aturan Pembatasan Usia Truk

Jumat, 4 Oktober 2019 10:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Tentu masih segar di ingatan kita dengan sejumlah peristiwa tabrakan mengenaskan yang diakibatkan truk over dimension and overload (ODOL) beberapa waktu lalu. Di banyak kasus kecelakaan, Truk ODOL memang selalu menjadi biang keladi kasus kecelakaan, baik di jalan tol maupun non tol. Namun, perlu ingat juga selain dimensi dan bobot, ada hal lain yang juga harus mendapatkan perhatian, yakni usia truk.

Sayangnya, di Indonesia hingga saat ini belum ada aturan yang mengatur tentang batasan usia kendaraan truk. Hal ini diakui oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Darat Budi Setiyadi, saat ini di Indonesia memang belum mengenal pembatasan usia kendaraan, khususnya truk.

“Sebenarnya saat penyusunan UU No.22/2009 sudah ada rencana pembatasan usia kendaraan truk. Tapi, pada saat itu ekonomi tidak bagus. Jadi tidak jadi diundangkan,” ujar Budi dalam diskusi Road To Zero-ODOL Trucks On The Roads yang digelar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

[Baca Juga: Mencari Solusi Tuntaskan Masalah Truk Obesitas]

Lebih jauh dia menjelaskan, saat ini pembatasan masa usia kendaraan baru diberlakukan pada kendaraan jenis bus. Bus pariwisata, misalnya, kendaraan ini usianya dibatasi hanya 15 tahun. Lalu, khusus untuk bus regular batas usianya 25 tahun. “Untuk usia truk memang belum ada. Nantinya pasti ada. Kita akan kaji lagi terkait usia truk ini,” tambahnya.

Belum adanya aturan usia tersebut, membuat truk berusia uzur masih merajalela di jalanan. Di kawasan Padalarang, Bandung misalnya. Di wilayah ini masih banyak truk-truk tua yang melintas dan membawa barang. Bahkan, truk tersebut dipaksakan untuk mengangkut barang di luar kapasitas alias overload.

“Contohnya di Padalarang, Bandung, truknya sudah tua-tua. Mungkin kalau diganti yang baru pasti angkutannya akan mahal. Daya saing truk baru dan lama akan berbeda ongkosnya,” ujarnya.

[Baca Juga: Truk dan Bus Listrik Volvo Akan Masuk ke Indonesia]

Masih menurutnya, masih beredarnya truk tua tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan operator. Mereka punya kebijakan sendiri tentang truk usia uzur. “Jika dinilai masih produktif atau layak jalan dan bisa menghasilkan, operator akan terus memakai truk uzur untuk angkut barang,” jelasnya.

Ke depan, diharapkan Kemenhub terus melakukan sebuah kajian khusus tentang pembahasan usia truk. Mengingat, truk tua punya pontensi besar menimbulkan kecelakaan, terutama ketika dibebankan dengan kapasitas barang yang overload.