imron-1.jpg

Imron, Peugeot 504 Berbodi Ekstrim Asal Pekanbaru

Senin, 23 Desember 2019 22:00 | Aldi Prihaditama

OTOFIGURE - Bagi pemilik dan penyuka Peugeot 504, melakukan modifikasi memang bukan hal yang dilarang. Bagi yang menyukai kecepatan, tentu sektor mesin yang terkena modifikasi. Sedangkan yang senang tampilan klimis, biasanya pemilihan velg dan warna bodi yang terkena sasaran. Anda ingin tahu modifikasi ekstrim pada sebuah Peugeot 504?

Inilah Imron, begitu julukannya, sebuah Peugeot 504 GL lansiran 1978 milik Nofriwan. Mobil buatan Prancis ini mempunyai tampilan fisik yang luar biasa. Secara sekilas, ada karakteristik desain wide body seperti produk Rocket Bunny. Namun, ternyata sang pemilik berhasil memadukan desain tersebut secara apik pada bodi klasik dari Peugeot 504.

Desain wide body berpadu dengan bentuk bodi klasik.

“Meskipun modifikasi bodi yang dilakukan tergolong ekstrim, tapi saya tidak mau menghilangkan ciri khas asli Peugeot 504. Seperti bagian depan, bumper chrome, lis kaca, maupun lampu belakang,” jelas pria yang berdomisili di kota Pekanbaru ini. Bahkan, mesin asli Peugeot XN1 berkapasitas 2,0 liter pun tetap dipertahankan, walau telah overhaul total.

[Baca Juga: Penggemar Peugeot dan Citroën Habiskan Akhir Pekan di Senayan Park]

Selain wide body kit yang tersemat pada Imron, Nofriwan memodifikasi sistem engsel pintu depan menjadi model gunting (scissor) seperti pintu supercar dan menggunakan spoiler belakang layaknya mobil sport. Untuk mengimbangi tampilan sporty, Nofriwan juga menyematkan velg BBS berdiameter 17 inci di balik ruang spakbor. Hebatnya lagi, Imron telah menggunakan sistem air suspension untuk mengatur ketinggian bodi, yang pengaplikasiannya digarap oleh bengkel Markaz Cars Builder milik Gatot Prasetio.

Telah dilengkapi sistem air suspension.

Menurut Nofriwan, Imron masih harus menjalani beberapa penyempurnaan lagi, terutama di sektor audio. “Kebetulan saya menggeluti bisnis audio dan aksesoris mobil. Setelah urusan bodi dan mekanikal diselesaikan di Jakarta, saya akan kirim pulang Imron ke Pekanbaru untuk membenahi sektor audio,” ujar pemilik gerai audio Royal Auto ini.

Nuansa interior dibuat senada dengan warna bodi.

Saat ditanya apakah suatu hari nanti Imron akan berpindah tangan, Nofriwan pun menggelengkan kepalanya dengan pasti. “Imron telah menemani saya dari tahun 2011, saat itu saya membelinya seharga empat juta saja. Dalam kondisi susah maupun senang, mobil ini tidak pernah membuat saya kecewa, jadi sampai kapanpun tidak akan saya lepas, meski sudah ada yang berani menawarnya dengan harga tinggi,” tutup Nofriwan dengan yakin.