Immobilizer.jpg

Immobilizer

Minggu, 27 Januari 2019 9:00 | Galih Pratama

Immobilizer adalah sistem enkripsi elektronik untuk menjaga agar hanya kunci asli yang bisa menyalakan mesin mobil ataupun motor. Komponennya terdiri dari transponder chip yang terdapat pada kunci.

Sejarah

Immobilizer pertama kali ditemukan dan dipatenkan pada tahun 1919 oleh St. George Evans dan Edward Bikenbuel asal Portland, Amerika Serikat. Namun baru pada 1998-an, fitur keamanan ini mulai diterapkan di beberapa negara seperti Jerman, Inggris, dan Finlandia. Ketiga negara itu mewajibkan sistem immobilizer sebagai fitur standar pada mobil baru yang diproduksi.

[Baca Juga: Eco Lamp]

Cara Kerja

Kinerja dari immobilizer ditunjang dengan Engine Control Modul (ECM) atau Powertrain Control Module (PCM). Sistem kerjanya dimulai dari saat kunci dimasukkan ke dalam ignition switch, lalu diputar ke posisi ‘ON’.

Immobilizer Control Unit Receiver akan mengirimkan sinyal ke transponder chip yang tertanam dalam kunci. Sinyal yang berisi kode kemudian dikirim kembali melalui Immobilizer Control Unit Receiver untuk kemudian disalurkan ke ECM atau PCM.

[Baca Juga: Back Sonar System]

Kunci mobil yang berbeda tidak akan dapat membalas sinyal kepada ECM atau PCM. Secara otomatis mesin tidak bisa dinyalakan atau diaktifkan.

Pada mobil keluaran teranyar dengan sistem immobilizer, ada tiga kunci yang akan diberikan kepada pemilik mobil. Satu kunci master dan dua kunci cadangan. Ketiga kunci tersebut sudah didata dan telah teregistrasi resmi.

Referensi: otomania.com