Ignition Coil.jpg

Ignition Coil

Kamis, 24 Januari 2019 17:00 | Galih Pratama

Ignition coil atau kumparan pengapian adalah komponen yang berfungsi menaikkan tegangan baterai dari 12 volt menjadi ribuan kilo volt melalui proses induksi elektromagnetik. Pada mesin berbahan bakar bensin, keberadaan ignition coil sangat penting dalam membantu sistem pengapian mobil. Mengingat mesin bensin membutuhkan percikan api dari busi agar mesin bisa hidup dan bekerja secara normal.

Di dalam ignition coil terdapat dua buah kumparan, yakni kumparan primer dan sekunder. Kedua kumparan ini disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menaikkan tegangan baterai melalui induksi elektromagnetik atau magnet listrik.

Kumparan Primer

Kumparan primer dalam ignition coil berupa gulungan kawat tembaga dengan ukuran diameter kawat sekira 0,5 milimeter (mm)-1,0 mm. Sedangkan jumlah gulungan dalam kumparan primer ini biasanya berkisar di antara 150 – 300 kali gulungan. Pada kumparan primer terdapat tiga titik jalur hubungan, yakni ke aki melalui primary terminal positif, lalu lanjut ke kumparan sekunder, dan menuju ke contact point (platina) melalui primary terminal negatif.

[Baca Juga: Flywheel]

Kumparan Sekunder

Kumpuran sekunder merupakan gulungan kawat tembaga dengan ukuran diameter sekira 0,05 mm-0,1 mm. Jumlah gulungan dalam kumparan lebih banyak dibanding kumparan primer. Setidaknya terdapat 15.000-30.000 lilitan pada inti besi dalam kumparan sekunder.

Dua kumparan tersebut dipisahkan dengan komponen penyekat agar tidak mudah korsleting. Komponen penyekat ini harus memiliki kemampuan untuk menahan panas serta memiliki isolator yang mampu bertahan pada tegangan tinggi.

Model tabung komponen penyekat umumnya terbuat dari kertas khusus yang diletakkan di antara kedua kumparan. Sedangkan ignition coil model baru lebih banyak menggunakan lilin berbahan khusus yang sanggup menahan panas dan tegangan tinggi hasil induksi.

[Baca Juga: Hill Descent Control]

Cara Kerja

Besarnya magnet tergantung dari jumlah lilitan, besar diameter kawat, dan besar tegangan serta arus yang mengalir pada kumparan tersebut. Semakin besar jumlah lilitan dan arus yang mengalir, maka medan magnet yang tercipta pun akan semakin besar.

Ketika medan magnet yang ada disejajarkan dengan kumparan lain (primer atau sekunder), maka akan terjadi induksi elektromagnetik pada kedua kumparan tersebut. Induksi elektromagnetik yang terjadi tidak akan memberikan efek munculnya gaya gerak listrik pada masing-masing kumparan.

Apabila listrik yang mengalir pada kumparan primer diputus secara tiba-tiba, maka gaya listrik pada kumparan sekunder memiliki tegangan yang tinggi. Gaya gerak listrik yang dihasilkan bisa mencapai 25.000 volt. Dampaknya akan muncul percikan bunga api di kepala busi. Sedangkan untuk memutuskan arus listrik pada kumparan primer tersebut dibutuhkan platina.

Model Ignition Coil

- Single Pack Coil

- Ignition Coil on Plug

- Double Spark Coil

Referensi: autoexpose.com, gridoto.com