Hino.jpg

Hino Catat Produksi 500 Ribu Unit Kendaraan di Indonesia

Sabtu, 7 Maret 2020 20:00 | Galih Pratama

OTONEWS – PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), selaku agen pemegang merek sekaligus produsen truk dan bus Hino di Tanah Air merayakan pencapaian produksi kendaraan Hino. Sejak 37 tahun beroperasi, tepatnya pada 17 Desember 1982, Hino telah mencatat angka produksi sebanyak 500 ribu unit di Indonesia.

Dijelaskan Direktur Produksi PT HMMI, Timbul Simanjuntak, dari 500 unit tersebut, model yang paling banyak diproduksi adalah sasis FM. Dia memperkirakan ada sekitar 45 persen dari total model yang diproduksi. “Paling banyak model FM. Sekitar 45 persen dari total model yang diproduksi,” ungkap Timbul dalam perayaan pencapaian produksi Hino di pameran GIICOMVEC 2020, kemarin.

Tak hanya memproduksi, Hino juga turut mendukung pendapatan devisa negara melalui kegiatan ekspor komponen dan kendaraan. Hingga saat ini, HMMI tercatat sebagai perusahaan pertama di Tanah Air yang melakukan kendaraan truk dan bus. Truk buatan Purwakarta ini sudah diekspor ke Filipina, Laos, Vietnam, Haiti, Bolivia, dan beberapa negara di Afrika Barat.

"Sejak kita mulai sejak tahun 2011, negara yang paling banyak kita ekspor adalah Vietnam, yang kedua adalah Filipina. Total ekspor mencapai 13.000 unit dalam 10 tahun terakhir,” ungkap Timbul.

[Baca Juga: Mitsubishi Fuso Hadirkan Keluarga Baru Fighter di GIICOMVEC 2020]

Pencapaian produksi dan ekspor kendaraan Hino merupakan hasil dari proses yang panjang, kerja keras dan adanya dukungan penuh dari pelanggan, dealer, pemegang saham, manajemen, karyawan, serikat pekerja, pemasok, Instansi Pemerintah terkait serta pihak-pihak lainnya.

Sejarah Perjalanan Hino

Truk Hino.jpg

Sejarah panjang keberadaan Hino di Indonesia dimulai pada 1967 dalam bentuk kendaraan bus lengkap yang merupakan hibah pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia sebagai bentuk kompensasi pendudukan pemerintah Jepang pada saat perang dunia kedua.

Dengan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi darat, maka proses komersialisasi dan industrialisasi kendaraan bermotor Hino dimulai pada awal dekade 1970-an dengan ditandai dimulainya proses perakitan secara sederhana di Indonesia.

Selanjutnya pada 1982 didirikan PT Hino Indonesia Manufacturing (HIM) yang merupakan perusahaan patungan antara prinsipal Hino Motors Ltd., Japan dengan Grup Salim, berlokasi di Tambun, Jawa Barat. Pada saat itu, HIM memproduksi komponen-komponen utama kendaraan bermotor untuk memenuhi kewajiban pendalaman manufaktur yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pada pertengahan dekade 1980-an, Hino meluncurkan truk Ranger FF Series dan Bis AK Series, dilanjutkan dengan peluncuran truk FL dan FM pada awal tahun 1990an, yang merupakan cikal bakal sejarah suksesnya Hino di Indonesia. Guna mendukung kebijakan Pemerintah dalam hal keselamatan berkendara, maka diluncurkan Mobil Penarik atau Tractor Head SG221MA pada tahun 1995.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan kendaraan komersial di Indonesia, pada April 1997 Hino mendirikan pabrik di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Setelah mengalami penundaan pembangunan pabrik dikarenakan krisis moneter yang melanda Indonesia, maka pada tahun 2003 menjadi awal bangkitnya Hino di Indonesia, diawali dengan restrukturisasi HIM menjadi HMMI dan HMSI.

Peresmian pabrik baru HMMI dilakukan oleh Menteri Perindustrian pada 8 September 2003 dan pada saat yang bersamaan diluncurkannya generasi baru truk Hino Ranger FG, FL dan FM Series.

Seiring semakin meningkatnya permintaan pasar terhadap kendaraan Hino, baik pasar domestik maupun ekspor, maka kapasitas terpasang produksi juga ditingkatkan melalui penambahan investasi dan modal kerja.

Salah satu realisasinya melalui penambahan lini produksi yang semula hanya terdiri satu lini produksi menjadi dua lini produksi pada 2009. Peresmian perluasan pabrik HMMI tersebut dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada 17 Desember 2009.

Tahun 2012 merupakan era baru bagi HMMI dengan dimulainya proses permesinan (machining) untuk komponen engine yang meliputi cylinder block, cylinder head, camshaft, crankshaft, dan connecting rod.

[Baca Juga: GIICOMVEC 2020: UD Trucks Serahkan 64 Unit Quester ke PT Trans Migasindo]

Komponen utama lainnya seperti transmisi, propeller shaft dan rear axle juga diproduksi di HMMI, selain komponen komponen lainnya yang terus ditingkatkan dibuat di dalam negeri melalui pemasok (supplier). Dampak dari meningkatnya proses manufaktur di dalam negeri tersebut, maka tingkat kandungan komponen dalam negeri pun meningkat dengan drastis.

Saat ini tingkat kandungan dalam negeri kendaraan bermotor Hino berada pada kisaran 50 sampai dengan 70 persen. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, HMMI juga mengekspor komponen dan kendaraan. Pada 2022, produksinya diproyeksikan mencapai 43.000 unit.

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift