Jarak Aman Mobil.jpg

Hindari Kecelakaan Beruntun, Perhatikan Jaga Jarak Aman

Selasa, 10 September 2019 16:00 | Galih Pratama

OTONEWS - Beberapa hari belakangan ini, berita nasional diramaikan dengan kecelakaan yang melibatkan truk dan mobil pribadi. Pertama, kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Jawa Barat pada Senin (2/9/2019). Kecelakaan ini cukup menyeramkan karena menelan beberapa korban jiwa. Terbaru, kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Tangerang Selatan (6/9/2019).

Dua kejadian kecelakaan tersebut, diduga diakibatkan hantaman mobil truk dari belakang yang mengakibatkan sejumlah mobil penumpang mengalami kerusakan. Kecelakaan ini juga seolah mengingatkan kita sebagai pengemudi bahwa potensi kecelakaan tak hanya datang dari depan mata saja, ternyata dari arah belakang juga sangat membahayakan.

Adrianto Sugiarto Wiyono, Intruktur Indonesia Defensive Driving Center mengatakan, kemungkinan kejadian tabrakan beruntun dikarenakan tidak mampunyai pengemudi untuk melakukan jaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. “Jaga jarak paling aman adalah 3 detik dengan kendaraan di depan. Sehingga terdapat ruang aman antar mobil,” ujar Adrianto seperti dilansir gridoto.com, Selasa (10/9/2019).

[Baca Juga: Rem Blong, Begini Cara Mengatasinya]

Dengan menjaga jarak 3 detik, artinya pengemudi bisa melalukan tindakan untuk menghindari potensi terjadinya tabrakan. Misalnya pada detik pertama, digunakan untuk mengantisipasi waktu respons pengemudi terhadap sesuatu yang terjadi dengan kendaraan di depannya. Contohnya mengerem mendadak.

Selanjutnya, pada detik kedua dibutuhkan waktu agar bisa memberikan waktu kepada sistem mekanikal rem merespons perintah dari pengemudi saat menginjak pedal rem. Detik terakhir, menjadi waktu yang krusial karena pada momen inilah pengemudi masih bisa berkesempatan untuk menghindari potensi kecelakaan.

Meski demikian, hal yang perlu diperhatikan adalah pengemudi harus bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat untuk menghindari potensi kecelakaan seperti mengerem total atau bermanuver menghindar.

[Baca Juga: Hindari Tiga Kebiasan ini Agar Kopling Tidak Mudah Rusak!]

Selain jaga jarak aman, pengemudi juga harus rajin untuk mengecek kondisi belakang dan samping mobil dengan kaca spion. Ini agar pengemudi selalu mengetahui kondisi di belakang mobil. Misalnya ada truk besar datang dalam kondisi kecepatan yang tak wajar, maka setidaknya pengemudi bisa ambil keputusan untuk segera mengindarinya.

Artikel Lainnya

/media/images/Pengemudi-Wanita.original.jpg

Tips Berkendara Aman Untuk Wanita

/media/images/Kode-Oli-Mesin.original.jpg

Memahami Arti Kode pada Oli Mesin Mobil

/media/images/Mesin-Renault-4.original.jpg

Tips Menjaga Performa Mesin Mobil Klasik

/media/images/Aquaplaning.original.jpg

Musim Hujan, Waspada Bahaya Aquaplaning