FOL Salurkan Bantuan Korban Bencana Tsunami Selat Sunda

Forum Otomotif Lampung Salurkan Bantuan Korban Bencana Tsunami

Rabu, 2 Januari 2019 9:00 | Galih Pratama

Bencana tsunami yang melanda Selat Sunda pada 22 Desember 2018, mengundang banyak simpati. Tak terkecuali dari para pencinta otomotif Lampung yang tergabung dalam Forum Otomotif Lampung (FOL). Sebagai bentuk rasa simpati dan ikut merasakan dampak bencana, mereka menggelar pengalangan bantuan bertajuk #FOLidarity.

Pada Minggu (23/12/2018), FOL mulai membuka posko di Masjid Al-Furqon, Lampung Selatan. Posko ini bertujuan menampung bantuan ke wilayah pesisir Lampung Selatan yang terkena dampak cukup parah akibat tsunami.

“Selain menampung bantuan, kami juga mendistribusikan air mineral kepada warga yang mengungsi di Masjid Al Furqon sambil menunggu info kondisi terbaru di Lampung Selatan. Beberapa rekan Team Reaksi Cepat FOL juga menjadi relawan dan memberikan informasi logistik yang dibutuhkan,” kata Aris, koordinator #FOLidarity dalam rilis yang diterima Otopedia.com pada Rabu (2/1/2019).

[Baca Juga: CALSIC, Menyatukan Dua Jenis Mobil]

FOL Salurkan Bantuan Korban Bencana Tsunami Selat Sunda 2

Setelah donasi dan bantuan terkumpul, pada Senin (24/12/2018), tim FOL langsung berangkat menuju beberapa titik di Lampung Selatan. Ada beberapa wilayah yang mereka sambangi, seperti Desa Krinjing, Pindang Rua, dan Way Muli. “Sesampainya di sana, tim FOL membagikan bahan makanan, pakaian, air mineral, dan obat-obatan yang diperlukan para pengungsi korban tsunami,” kata Aris.

Sementara Riga selaku Ketua Umum FOL mengatakan, kegiatan ini mendapatkan antusias tinggi dari berbagai komunitas mobil, baik lokal maupun nasional. “Luar biasa solidaritas seluruh rekan-rekan otomotif di Lampung. Donasi yang kami terima juga masih terus masuk dan teman-teman sangat antusias menjadi relawan,” ujarnya.

[Baca Juga: Keseruan Ekspedisi Terios Wonders Jelajahi Tiga Pulau di Maluku]

Di sisi lain, Riga berpesan agar para member yang tergabung dalam komunitas otomotif tidak menyebarkan foto ataupun berita yang belum dipastikan kebenarannya. “Saya berpesan kepada kawan-kawan, jangan menyebarkan foto atau berita yang dikhawatirkan justru akan memperkeruh keadaan. Jika ada hal-hal yang penting, sebaiknya koordinasi dengan pihak berwenang yang terkait,” harap Riga.